Breaking News:

Tribun Takalar

Tujuh Bidang Lahan Bendungan Pamukkulu Takalar Bersengketa

Tujuh bidang tanah tersebut terpaksa belum bisa dibayarkan untuk ganti rugi karena sengketa kepemilikan.

Ist
Kapolres Takalar AKBP Budi Wahyono turun menemui pihak yang bersengketa dalam lahan yang akan diganti rugi untuk pembangunan Bendungan Pamukkulu Kabupaten Takalar 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR -- Sebanyak tujuh bidang tanah yang akan dibangun Bendungan Pamukkulu Kabupaten Takalar ternyata bersengketa.

Tujuh bidang tanah tersebut terpaksa belum bisa dibayarkan untuk ganti rugi karena sengketa kepemilikan.

Aparat Kepolisian Resor Takalar diterjunkan ke lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Takalar, Muhammad Naim yang dikonfirmasi Tribun Timur membenarkan adanya sengketa lahan tersebut.

Menurutnya, sejumlah pemilik lahan yang mengajukan ganti rugi belakangan mendapat sanggahan dari pihak lain.

Pihak menyangga menyebutkan bahwa pihak pengaju hanya penggarap lahan dari nenek mereka.

"Ada sengketa kepemilikan. Jadi ada yang menyangga bahwa yang mengajukan lahan hanya penggarap bukan pemilik," katanya kepada Tribun Timur, Jumat (24/7/2020).

Ia melanjutkan, pihak penyangga menyatakan bahwa tanah tersebut hanya dititip oleh nenek mereka dahulu. Bukan untuk dimiliki.

"Tapi persoalannya tidak ada bukti tertulis, (apakah benar) menjaga atau disuruh garap," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved