Lockdown
Fakta Terbaru China Saat Lockdown Covid-19, Pabrik Boneka Seks Laris Manis, Naik hingga 50 Persen
Fakta Terbaru China Saat Lockdown Covid-19, Pabrik Boneka Seks Laris Manis, Naik hingga 50 Persen
TRIBUN-TIMUR.COM - Sebuah fakta mengejutkan datang dari China, negara yang pertama kali terjangkit virus corona atau covid-19.
Selama pandemi corona dan saat lockdown, ternyata mainan dan boneka seks di pabrik mainan China laris manis.
• Cewek 19 Tahun Hamil Padahal Masih Perawan, Ngaku Tak Pernah Behubungan Intim, Begini Gejala Awalnya
• Kekasih Yodi Prabowo, Suci Fitri Rohmah Mengadu ke Polisi Karena Merasa di Pojokkan, Siapa Diadukan?
Industri tersebut menjadi satu dari sedikit kekuatan perekonomian China yang beroperasi di tengah pandemi sebagaimana dilansir Asiaone.
Sejak awal 2020, perekonomian China termasuk prospek manufaktur dan ekspornya mengalami kejatuhan.
Hal itu akibat wabah Virus Corona dengan indeks pengatur pembelian manufaktur resmi jatuh ke tingkat terendah sepanjang Februari silam.
Sementara aktivitas ekspornya menyusut sebanyak 17.2 persen pada Januari dan Februari (akumulasi).
Namun perekonomian China secara menyeluruh mengalami pemulihan ringan.
Dan pabrik-pabrik mainan seks tampaknya 'menikmati' aktivitas penjualannya sejak awal penutupan negara itu.
Salah satu pabriknya yang berbasis di Shandong melaporkan adanya peningkatan sebanyak 30 persen dalam aktivitas ekspor dan domestik.
• Daftar 5 Amalan Jelang Idul Adha, Mulai dari Puasa Sunnah, Ibadah Haji, Umrah, hingga Ikut Berkurban
• Anak Berdarah-darah Dianiaya Ayah Karena Larang Sewa PSK, Endingnya Bikin Malu, Videonya Viral
Manajer penjualan luar negeri, Violet Du mengatakan bahwa pabrik mainan seks Libo Technology yang berbasis di Shandong telah mengalami peningkatan.
Pabrik ini meningkatkan jumlah pegawai sekitar 25 persen (hampir sebanyak 400 orang) sejak orang-orang boleh bekerja kembali pada akhir Februari.
Beberapa negara yang membeli produksi mainan seks dari Libo Technology di antaranya Perancis.
Lalu Amerika Serikat (AS) dan Italia dengan aktivitas penjualan terhadap negara-negara itu paling banyak dalam kurun waktu 4 bulan terakhir.
Namun, penjualan dalam negeri mulai menyusut karena negara Komunis itu mampu menekan kasus infeksi akibat wabah.
"Lini produksi kami berjalan sepanjang waktu, dan pekerja kami bekerja dalam 2 shift untuk memenuhi permintaan yang melonjak," kata Du.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mainan-dan-boneka-seks-di-pabrik-mainan-china-laris-diborong.jpg)