Breaking News:

Cara Sederhana untuk Mengetahui Seorang Pejabat Korupsi atau Tidak Dibeberkan Wakil Ketua KPK

Alex mengatakan, bila aset-aset yang dimiliki seorang pejabat melebihi penghasilannya, maka pejabat itu dapat dicurigai telah melakukan korupsi.

Editor: Ansar
TRIBUNNEWS.COM
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memberikan keterangan saat konferensi pers kasus suap pengesahan APBD 2017-2018 Provinsi Jambi di gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/6/2020). KPK Menahan tiga orang mantan pimpinan DPRD Jambi yakni Ketua DPRD Jambi periode 2014-2019 Cornelis Buston, Wakil Ketua DPRD periode 2014-2019 AR Syahbandar, dan Wakil Ketua DPRD periode 2014-2019 Chumaidi Zaidi terkait dugaan suap pengesahan APBD 2017-2018 Provinsi Jambi. 

TRIBUN-TIMUR.COM  -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata memiliki cara yang sangat sederhana untuk mengungkap pelaku korupsi.

Ternyata gaya hidup seorang dapat menjadi indikator untuk mengetahui pejabat itu melakukan korupsi atau tidak.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata.

Alex mengatakan, bila aset-aset yang dimiliki seorang pejabat melebihi penghasilannya, maka pejabat itu dapat dicurigai telah melakukan korupsi.

"Paling gampang untuk mencurigai atau istilah dalam investigasi itu refleks seseorang itu melakukan korupsi atau penyimpangan itu dari mana, dari lifestyle-nya, mobilnya apa, rumahnya di mana, bandingkan dengan penghasilan yang bersangkutan," kata Alex, Kamis (16/7/2020).

Kronologi & Fakta Sejoli Mesum di Depan Rumah Wakil Bupati, Ditemukan Kondom dan Tisu Bekas Pakai

Tak Mampu Bayar Utang, Suami Paksa Istri Layani Tetangga, Korban Hamil & Bingung Siapa Ayah Bayinya

 

Namun, kata Alex, hal tersebut jarang dilakukan. Ia mencontohkan kasus korupsi pegawai pajak Gayus Tambunan yang ternyata memiliki kekayaan miliaran rupiah.

"Seringkali hal itu tidak kita lakukan dan tahu-tahu sudah terlambat. Seperti kasus Gayus itu sudah terlambat, dia sudah terlanjur menumpuk harta kekayaan kalau dirupiahkan itu seratus miliar, golongan pegawai III B," kata Alex.

Contoh lainnya adalah mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin yang diketahui mempunyai harta mencapai Rp 500 miliar dalam bentuk tanah dan bangunan.

Alex menambahkan, tanah dan bangunan memang aset favorit para pejabat untuk menumpuk kekayaannya.

 Kronologi & Fakta Sejoli Mesum di Depan Rumah Wakil Bupati, Ditemukan Kondom dan Tisu Bekas Pakai

 Tak Mampu Bayar Utang, Suami Paksa Istri Layani Tetangga, Korban Hamil & Bingung Siapa Ayah Bayinya

"Banyak pejabat kita itu menumpuk kekayaannya dengan cara membeli tanah bangunan, itu menunjukkan simbol prestise," kata Alex.

Alex pun mengaku heran saat membaca laporan kekayaan pejabat yang jumlah rumahnya mencapai sepuluh rumah.

"Saya kadang-kadang geleng kepala, tidak cukup 1-2 tanah bangunan yang dimiliki, kadang-kadang sampai puluhan bidang tanah dia miliki.

Saya kadang berpikir, untuk apa orang memiliki rumah sampai sepuluh, toh yang ditinggali cuma satu rumah," ujar Alex. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wakil Ketua KPK Sebut Praktik Korupsi Dapat Dilihat dari Gaya Hidup"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved