Tribun Takalar
Kunjungan Pasien Turun, RSUD Padjonga Takalar Minta Warga Tak Khawatir Berobat
RSUD H Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar mengungkapkan kunjungan pasien mengalami penurunan selama masa pandemi Virus Corona
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- RSUD H Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar mengungkapkan kunjungan pasien mengalami penurunan selama masa pandemi Virus Corona.
Direktur RSUD Padjonga Daeng Ngalle dr Asriadi Ali mengungkapkan, pandemi Virus Corona menimbulkan kekhawatiran masyarakat berobat ke rumah sakit.
Menurutnya, fenomena tersebut terjadi di hampir semua rumah sakit di dalam maupun luar negeri. Termasuk di Kabupaten Takalar.
Ia meminta masyarakat yang mengidap penyakit maupun luka gawat darurat tetap berobat ke layanan kesehatan seperti RSUD H Padjonga.
Sebab, katanya, sejumlah masyarakat khawatir 'divonis' Covid-19 oleh dokter jika datang berobat ke layanan kesehatan.
"Fenomena yang terjadi adalah menurunnya angka kunjungan akibat kekhawatiran berlebih di kalangan masyarakat," kata dr Asriadi kepada Tribun, Rabu (15/7/2020).
"Ini disebabkan takut didiagnosis covid-19 atau khawatir tertular covid-19 saat di rumah sakit," tambahnya.
Dokter spesialis saraf ini menegaskan, dokter tidak akan mendiagnosis tanpa dasar kepada masyarakat yang datang berobat.
Ia mengingatkan, penanganan terhadap penyakit-penyakit selain covid ini harus terus diupayakan.
Menurutnya, selain Covid-19, perjalanan penyakit-penyakit lain yang menular sudah diidap oleh penduduk tidak berhenti.
Ia mencontohkan seperti tuberkulosis. Begitupun penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, ginjal dan stroke yang
Termasuk penanganan penyakit gawat darurat lain seperti kecelakaan lalu lintas, patah tulang, luka tusuk yang bersifat mendadak dan mengancam jiwa juga terus ada.
"Karena jika tidak, maka pasien-pasien yang memiliki penyakit secara berkepanjangan dapat meningkatkan risiko lebih berat ke depan yang berakibat menimbulkan kematian," terang dr Asriadi.
Ia mengingatkan dampak berbahaya jika masyarakat sudah kesakitan dan tidak dibawa ke rumah sakit.
Hal itu dinilai bisa membahayakan jiwa Masya karena tidak ditangani secara tepat.
Apalagi, katanya, kalau dilakukan perawatan di rumah yang tidak standar dinilai sangat berbahaya.
dr Asriadi menyampaikan, manajemen RSUD H Padjonga Daeng Ngalle sudah menggelar rapat dengan perwakilan organisasi profesi di Kabupaten Takalar, Juni 2020 lalu.
Hasil rapat meminta kepada seluruh tenaga medis tidak menginfus pasien di rumahnya. Apalagi tidak jelas diagnosis dan terapinya.
"Untuk menjawab kekhawatiran ini semua, RSUD H Padjonga Daeng Ngalle sudah sangat siap melayani pasien yang bukan covid seperti hari-hari sebelum munculnya covid," katanya.
Pria yang juga menjabat Ketua KNPI Takalar ini menuturkan, tenaga kesehatan RSUD H Padjonga Daeng Ngalle sudah diperiksa sebelum dibolehkan melayani pasien kembali. Hasilnya negatif.
Begitu ruangan IGD dan perawatan sudah dibenahi kembali sebelum membuka kembali layanan kesehatan.
"Intinya masyarakat jangan khawatirlah. Justru kalau orang sakit tidak ditangani dengan benar akan berbahaya, komplikasi penyakit bisa muncul," tandasnya. (TribunTakalar.com)
Laporan Kontributor TribunTakalar.com @bungari95