Breaking News:

FTI UMI

Kembangkan Asap Cair Sebagai Biopestisida, Dosen Wamena Meneliti di FTI UMI

Dosen STIPER Petra Baliem Wamena, Fransisca Christiana Dewi sedang melakukan penelitian di Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
Humas UMI
Dosen STIPER Petra Baliem Wamena, Fransisca Christiana Dewi sedang melakukan penelitian di Universitas Muslim Indonesia (UMI). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR– Dosen Sekolah Tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Petra Baliem Wamena, Fransisca Christiana Dewi sedang melakukan penelitian di Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Penelitian itu bertajuk ‘Studi Potensi Pengolahan Limbah Biji Buah Merah (Pandanaus Conoideus L) Secara Pirolisis untuk Produksi Asap Cair Sebagai Biopestisida pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomea Batatas. L)’.

Untuk menunjang penelitiannya, Fransisca Christiana Dewi memilih Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI sebagai lokasi penelitian dan lokasi pengujian sampel penelitian.

Alasan Fransisca Christiana memilih FTI UMI sebagai lokasi penelitian, karena FTI UMI memiliki alat pengolahan limbah serat menjadi asap cair di laboratorium.

“Saya memilih bekerja sama dengan FTI UMI karena terkait dengan topik utama penelitian saya yaitu pengembangan asap cair sebagai biopestisida dari bahan baku limbah buah merah Papua. Saya mendapatkan info bahwa di FTI UMI memiliki alat yang lengkap tentang pengolahan limbah serat menjadi asap cair,” kata Fransisca dalam rilis.

Rencannya, kata Fransisca, pihaknya akan meneliti di FTI UMI selama tiga bulan, namun karena kondisi di tengah gempuran pandemi Covid-19, maka akan dipersingkat menjadi dua pekan

“Seharusnya untuk jadwal normal tiga bulan pak, karena tujuannya mengadopsi spirit dari TPM (UMI) untuk selanjutnya dikembangkan di TPP (STIPER Petra Baliem Wamena). Namun kondisi yang tidak memungkinkan untuk tiga bulan, jadi menjadi dua pekan untuk skenario terburuknya,” tuturnya.

Fransisca mengatakan, pihaknya telah mulai meneliti di Laboratorium FTI UMI pada 7 Juli 2020 lalu.

Diketahui, dalam melakukan penelitian ini Fransisca didampingi oleh Dosen STIPER Petra Baliem Wamena Sumiyati Tuhuteru.

Mereka berdua bertindak sebagai Tim Peneliti Pengusul.

Sedangkan dari UMI yang berstatus sebagai Tim Peneliti Mitra (TPM) adalah Dr Ir Andi Aladin, MT dan Ir Setiyawati Yani, ST. MT., PhD. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved