Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DP3A Parepare Perkuat Kelembagaan PUG

Seperti SKPD, budayawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, instasi vertikal, akademisi, media dan kalangan mitra lainnya d

Penulis: Darullah | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/DARULLAH
Kepala Bidang Kesetaraan Gender DP3A Parepare, Sriyanti Ambar. 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Kesetaraan antara peran pria dan perempuan dalam perspektif budaya Bugis dan agama Islam sejalan.

Apalagi, Budaya Bugis maupun agama Islam sangat memuliakan perempuan.

Hal itu pula yang menjadi dasar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Parepare dalam melakukan penguatan kelembagaan pengarustamaan gender (PUG) yang melibatkan fokal point di sejumlah unsur.

Seperti SKPD, budayawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, instasi vertikal, akademisi, media dan kalangan mitra lainnya dalam kegiatan  diskusi secara virtual Focus Grup Discussion (FGD). 

Kepala Bidang Kesetaraan Gender DP3A Parepare, Sriyanti Ambar mengungkapkan, jika Pemerintah Kota Parepare di bawah nakhoda Wali Kota, Taufan Pawe sudah sejalan dengan prinsip budaya dan agama Islam.

Hal itu lantaran, kepemimpinan Taufan Pawe sangat memperhatikan konsep kesetaraan gender, terbukti dengan banyaknya kaum perempuan yang diamanahkan sebagai pemimpin, seperti Camat, bahkan Kepala SKPD (eselon II). 

"Dalam pengambilan keputusan, seperti Musrenbang, perempuan juga dilibatkan. Sejak kepemimpinan Bapak HM Taufan Pawe dihadirkan Musrenbang Perempuan dan Anak sebagai wadah untuk menampung aspirasi mereka," ucap Sriyanti yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2020).

Oleh karena itu, lanjut dia, FGD dari kacamata budaya lokal ini, dapat melahirkan konsep baru dalam kesetaraan gender di Parepare

Hal senada juga dikatakan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Parepare, Rostina mengatakan FGD merupakan rangkaian kegiatan dalam penguatan kelembagaan Pengarustamaan Gender (PUG) di Parepare

"Kegiatan FGD kita harapkan dapat menemukan rumusan yang tepat dalam konsep gender melalui basis budaya lokal yang dipandang signifikan dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender, khususnya di Kota Parepare," ujar Rostina.

Dalam FGD ini, Budayawan Laoddang To Sessungriu mengurai perspektif budaya Bugis Makassar terhadap kesetaraan gender.

Andi Oddang, sapaan Laoddang To Sessungriu merupakan Budayawan dan bangsawan yang menempati posisi sebagai Opu Macoa Cenrana di Kedatuan Luwu. 

Ia banyak mengulas tentang peran dan posisi strategis yang ditempati perempuan dalam kerajaan Bugis.

Ia mencontohkan, Batari Toja Daeng Talaga. Raja Bugis perempuan, yang berhasil memimpin di Kerajaan Luwu, Bone dan Soppeng. 

Perempuan dalam kacamata budaya Bugis lanjut Andi Oddang, sangat dielu-elukan atau dimuliakan. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved