Breaking News:

Update Corona Bantaeng

Tak Ingin Dikarantina, Satu Pasien di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng Dijemput Paksa Keluarga

Keluarga melakukan penjemputan paksa karena tak ingin pasien dirujuk ke Makassar untuk menjalani karantina.

Ist
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr Andi Ihsan (kiri) yang sekaligus menjabat Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Bantaeng. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Satu pasien perempuan (66) di RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng dijemput paksa keluarga.

Keluarga melakukan penjemputan paksa karena tak ingin pasien dirujuk ke Makassar untuk menjalani karantina.

Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Bantaeng, dr Andi Ihsan mengatakan, pasien yang bersangkutan belum positif Corona.

"Pasien itu baru akan menjalani swab test, sore ini," kata dr Andi Ihsan, Senin, (13/7/2020).

Menurutnya, pasien itu juga belum akan dirujuk ke Makassar. Pasien itu baru akan di pindahkan ke ruang isolasi untuk penanganan medis selanjutnya.

Untuk itu, ia meminta agar keluarga pasien tidak panik dan tetap tenang.

Pasien saat ini, sudah menjalani isolasi mandiri di rumahnya, dan menjadi penanganan tim gugus kecamatan dan puskemas.

"Pasien yang bersangkutan sekarang sudah ada di rumahnya untuk isolasi mandiri," ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng, dr Sultan menjelaskan, pasien itu masuk ke RSUD Bantaeng pada 11 Juni lalu.

Pasien datang dengan riwayat penyakit tertentu.

Setelah melalui foto Thorax, ditemukan ada indikasi Covid-19.

"Karena ada indikasi, makanya kita ingin simpan di ruang isolasi. Bukan berarti dibawa ke Makassar," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa, pasien yang bersangkutan belum divonis positif Covid-19.

Laporan wartawan TribunBantaeng.com - Achmad Nasution.

Penulis: Achmad Nasution
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved