Breaking News:

Pilwali Makassar

Jelang Pilwali Makassar, Pengamat UINAM Syahrir Karim Ingatkan RT/RW

Syahrir Karim mengingatkan kepada para perangkat rukun warga dan rukun tetangga (RT/RW) tidak berpolitik praktis.

Syahrir Karim
Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Syahrir Karim 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR  - Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Syahrir Karim mengingatkan kepada para perangkat rukun warga dan rukun tetangga (RT/RW) tidak berpolitik praktis pada pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar 2020.

Ia menjelaskan bahwa konflik kepentingan sangat rawan terjadi ketika RT/RW terlalu jauh terlibat bahkan punya ketergantungan ke calon tertentu.

"Intinya RT/RW adalah perangkat pemerintah daerah yang tidak boleh berpolitik praktis atau secara terang-terangan berafiliasi ke calon tertentu," kata Syahrir kepada tribun-timur.com via pesan WhatsApp, Minggu (12/7/2020).

Karena itu, lanjut Syahrir, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar harus lebih ekstra lagi dalam melakukan pengawasan ketika sudah resmi masuk tahapan calon.

"Bawaslu saya kira mesti lebih proaktif melihat fenomena ini, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Perangkat pemerintah seperti RW/RT sangatlah rawan dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu," jelasnya.

Meskipun, katanya, kedekatan kandidat ke RT/RW tidak serta merta dilarang kerena semua orang punya hak untuk dekat dan membantu masyarakat dalam hal-hal positif.

"Apalagi sekarang belum masuk tahapan penetapan pasangan calon," katanya.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved