Breaking News:

Tribun Timur VIP

Jadi Atase Pendidikan di Australia, Ini Tugas Imran Hanafi

Imran Hanafi yang sebelumnya merupakan dosen di Universitas Hasanuddin, memiliki berbagai tugas terkait bidang pendidikan di Australia.

TRIBUN-TIMUR.COM/FAHRIZAL
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Canberra Australia, M Imran Hanafi menjadi narasumber Tribun Timur VIP, bertema dari Aktivis ke Pendidik & Diplomat, Sabtu (1172020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Canberra Australia, M Imran Hanafi menjadi nrasumber Tribun Timur VIP, bertema "Dari Aktivis ke Pendidik & Diplomat", Sabtu (11/7/2020).

Sebagai Atase Pendidikan, Imran Hanafi yang sebelumnya merupakan dosen di Universitas Hasanuddin, memiliki berbagai tugas terkait bidang pendidikan di Australia.

"Sebagai Atase Pendidikan, itu sama halnya dengan atase lain, seperti Atade Pertahanan, Perdagangan, dan sebagainya. Ini satu kesatuan di bawah koordinasi KBRI di bawah pimpinan Duta Besar Indonesia untuk Australia," kata Imran.

Sebagai Atase Pendidikan yang dikirim Kemendikbud, Imran mengatakan ia adalah bagian misi yang diemban KBRI.

Misinya secara umum, meningkatkan hubungan Indonesia dan Australia di bidang pendudkan dab kebudayaan.

"Kedua, kakmi bertugad melayani dan memberi perlindungan WNI di Australia, khususnya mahasiswa dan pelajar di Australia. Itu tugas umum, tugas khusus misalnya mengembangkan program Bahasa Indonesia di Australia, khususnya sekolah dan universitas," tuturnya.

Atase Pendidikan, kata Imran, juga bertugas mengembangkan hubungan antara universitas di Australia dan Indonesia.

"Artinya jika ada universitas di Indonesia memerlukan sesuatu di sini, kami menjembatani supaya lancar, begitupun sebaliknya. Australia meminta kita untuk dihubungkan dengan perguruan tinggi Indonesia. Kami juga membina mahasiwa dan pelajar di sini," terangnya.

Menurut Imran, Australia adalah negara dengan tujuan belajar warga Indonesia terbesar.

"Mahasiswa Indonesia di Australia terbanyak di dunia, jumlahnya 17 ribu lebih. Mereka kuliah di berbagai tempat, paling banyak Sidney dan sekitarnya begara bagian New South Wales, kedua Melbourne dan negara bagian Victoria," pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved