Virus Corona
Sekali Lagi! Sudah Ada Bukti Virus Corona Menyebar Lewat Udara, 6 Hal Berikut Ini Harus Konsisten!
Sudah banyak ilmuwan temukan bukti jika Virus Corona atau Covid-19 bisa menular lewat udara tapi WHO sebagai otoritas organisasi kesehatan dunia belum
TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum merilis resmi jika Virus Corona atau Covid-19 bisa menular lewat udara.
Namun peringatan dari ilmuwan bahwa Covid-19 sudah bisa menular lewat udara tetap perlu perhatikan.
Mencegah Corona atau Covid-19 lebih bagus dibanding mengobati saat tertular.
• Kronologi Pasien Positif Covid-19 Kabur dari RS, Dicari Kemana-mana Ditemukan di Lemari Pakaian
• Daftar 16 Perusahaan BUMN & Swasta Buka Lowongan Kerja, Lulusan SMA SMK D3 S1, Cek Syarat dan Link
• Sandiaga Uno Kaya Raya Tapi Kaget Cerita Susi Pudjiastuti Borong 30 Pesawat, Kayak Beli Kacang
Sebuah surat terbuka dari lebih dari 200 ilmuwan menuding Organsasi Kesehatan Dunia (WHO) mengabaikan kemungkinan penularan virus corona melalui udara.
WHO selama ini hanya menyebut virus corona ditularkan melalui tetesan (droplet) yang keluar ketika seorang penderita batuk atau bersin.
Merespons surat itu, WHO pun mengakui bahwa bukti baru menunjukkan, virus corona jenis baru penyebab Covid-19 dapat menyebar melalui udara, meski dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar memastikannya.
Jika telah dikonfirmasi, maka fakta tersebut akan memengaruhi pedoman WHO dalam hal pencegahan virus corona.
Dengan perkembangan terbaru ini, apa yang harus kita waspadai?
Selama ini, penularan melalui udara merupakan salah satu yang paling dikhawatirkan.
Jika ini terjadi, maka penularan akan lebih mudah terjadi.
Epidemiolog Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengatakan, penularan virus corona melalui udara meningkatkan risiko penularan di tempat-tempat tertutup.
Ia mencontohkan, kondisi itu misalnya di bioskop, ruang karaoke, dan bar. Menurut dia, pengelola tempat dengan minim ventilasi harus membuka semua pintu dan jendela selama beraktivitas di dalam ruangan itu.
"Pemilik lokasi atau ruang tertutup harus membuka semua pintu dan jendela selama ada aktifitas di dalam ruang-ruang itu dan penggunaan AC di ruang tertutup dikurangi," kata Windhu saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/7/2020).
"Ruang-ruang tadi hanya boleh diisi dengan seperempat atau sepertiga dari kapasitasnya," lanjut dia.
6 Hal Perlu Diperhatikan Agar Waspada
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/virus-corona-lewat-udara.jpg)