Shin Hyun Joon
Playmaker Andalan Saat Selamatkan PSM dari Jurang Degradasi ISL 2009, Begini Kiprah Shin Hyun Joon?
Kenyang merasakan liga Korea Selatan, Shin kemudian mengadu nasib di kancah sepakbola Indonesia dengan memperkuat PSM Makassar di ISL 2009/2010.
Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Arif Fuddin Usman
TRIBUN-TIMUR.COM - Berbicara pemain dengan posisi gelandang serang, sejumlah nama pernah menghiasai sepak bola Indonesia.
Khusus PSM Makassar, ada beberapa kali mengorbitkan pemain dari posisi tersebut, terutamanya untuk pemain asing.
• Gelandang Pintar yang Sabar di Ligina, 3 Musim Penuh Kenangan Bersama PSM, Begini Kisah Ali Khaddafi
• Mimpi Buruk ISL 2009-2010, PSM Nyaris Degradasi, 5 Asing Penyelamat di Masa Kritis, Sosok Luis Pena
Carlos De Mello misalnya yang didatangkan Laskar Pinisi pada Devisi Utama Liga Indonesia 1995/1996.
Walau sebelumnya ia berseragam Petrokimia, dan Persebaya Surabaya namun namanya akan selalu dikenang sebagai gelandang serang terbaik PSM Makassar.
Sebenarnya, ada satu nama gelandang serang berstatus asing yang muncul setelah De Mello. Adalah Shin Hyun Joon didatangkan pada putaran kedua Liga Indonesia 2009-2010.
Hanya saja, durasi pemain asal Korea Selatan ini di PSM sangatlah singkat. Hal itu disebabkan karena kontraknya tidak diperpanjang di musim berikutnya.
Shin diketahui lahir di Korea Selatan 9 April 1983 silam dan kini berusia 37 tahun. Kariernya dimulai di klub Liga 3 Korea Selatan, Gangneung FC pada tahun 2003 dan berakhir 2004.
Di sana, dia tampil sebanyak tujuh laga dan membawa klubnya finis di posisi kedua klasemen akhir.
• Tembok Kokoh PSM Bareng Jack Komboy, 2 Kali Jadi Runner-up Ligina, Begini Kiprah Charis Yulianto?
• Gelandang Terbaik yang Antar PSM Juara Ligina 2000, Kini Pelatih Timnas U-16, Ini Sosok Bima Sakti
Kariernya kemudian berlanjut di klub Yasen FC sejak 2005 sampai 2007. Sebanyak 38 penampilan ditorehkan Shin dengan satu gol dihasilkan.
Pelabuhannya kemudian ke klub Daejeon KHNP FC yang juga tampil di Liga 3 Korea Selatan pada 2008. Kemudian ke klub Cheonan FC yang juga tampil di Liga 3 pada tahun 2009.
Kenyang merasakan liga Korea Selatan, Shin kemudian mengadu nasib di Indonesia dengan memperkuat PSM Makassar.
Shin didatangkan pada putaran kedua Liga Indonesia untuk menggantikan legiun asing yang didatangkan sejak awal musim.
Pergantian pemain asing ini tak lepas dari hasil buruk dirah Pasukan Ramang dalam beberapa laga.
Mereka yang diganti adalah Daniel Soares Neves asal Brasil, Daryoush Ayyoubi dari Iran. Kemudian Hendry Nyobi Koti dari Kamerun dan Cristian Carrasco asal Chili.
Manajemen PSM kala itu hanya menyisakan Osvaldo Moreno yang diketahui berposisi striker.
Sementara pemain asing yang masuk adalah tiga dari Korea Selatan Park Jun Hwang, Joo Ki Hwan, dan Shin Hyun Joon serta Luis Pena dari Chili.
Sangat Menonjol
Dari empat yang didatangkan, Shin Hyun Joon menjadi pemain yang sangat menonjol di lapangan. Gojekan maut dan mampu menembus sejumlah pemain menjadi ciri khasnya.
Ia juga memiliki kecepatan mempuni dan kerap menyulitkan lawan utamanya di barisan pertahanan.
Sebanyak dua gol dari 18 laga di putaran kedua Liga Indonesia 2009-2010 dicatat Shin bersama PSM.
• Pemain Asia Barat Pertama Bela PSM di ISL 2009, Sayang Tak Optimal, Begini Kiprah Daryoush Ayyoubi?
• Striker Ngotot, Lincah, Gesit Ini Idola Fans PSM di LPI, Tetap di Indonesia, Sosok Marwan Sayedeh
Salah satu gol yang paling apik dihasilkan Shin Hyun Joon saat berseragam PSM ketika melawan Persiwa Wamena di Stadion Mattoanging.
Mendapat umpan lambung dari sisi kanan, ia sukses menggiring bola dan mengecoh satu pemain Persiwa.
Shin kemudian menyelesaikannya dengan tendangan kaki kanan yang melengkung dan berbuah gol. Hasil pertandingan saat itu 2-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Shin juga berperan serta dalam menggagalkan PSM turun kasta ke Divisi Satu.
Sebab kedatangannya dan tiga asing lainnya, Laskar Pinisi sukses membekukan tujuh kekalahan, dua kali imbang dan delapan kemenangan dari 17 laga di putaran kedua.
PSM Makassar kemudian finis di posisi 13 klasemen liga musim 2009-2010 dan keluar dari jurang degradasi. Dibandingkan di putaran pertama, PSM hanya berkutat di dasar klasemen.
Hanya saja, kontrak Shin Hyun Joon tak diperpanjang bersama PSM walau jasanya cukup besar.
Manajemen PSM kala itu menilai, pemain asing tidak dipertahankan karena pelatih baru, Robert Alberts akan membawa pemain sesuai keinginannya.
Pelatih Robert Alberts didatangkan di awal musim 2010-2011 silam. Sayangnya, Robert hanya 4 bulan menduduki kursi kepelatihan.
Saat itu ada masalah di tubuh PSM yang memilih hijrah ke IPL atau Indonesia Premier League.
Akhiri Karier di Indonesia
Usai Shin Hyun Joon hengkang dari PSM, karirnya kemudian berlanjut di sejumlah klub tanah air.
PSPS Pekanbaru menjadi pelabuhan berikutnya bagi pemain yang kerap menggunakan nomor punggung 7 ini.
Tim asal Pekanbaru itu diketahui tampil di ISL pada musim 2010-2011 dan mampu finis di posisi 11. Shin sendiri tampil sebanyak 26 laga dengan raehan empat gol selama satu musim.
Pelabuhannya kemudian berlanjut ke Deltras Sidoarjo pada tahun 2011/2012 lalu. Di sana, 16 laga dimainkan Shin dengan torehan tiga gol dihasilkan.
Pada musim 2012-2013, Shin berlabuh ke PSMS Medan dengan tampil sebanyak 14 laga dan menghasilkan dua gol.
Sayangnya, masalah pembayaran gaji yang mendek dialami Shin Hyun Joon di sana.
Hingga akhirnya, Shin Hyun Joon memilih pensiun dan menetap di Indonesia. Ia membuat akademi sepak bola usia muda sejak 2016 yang diberi nama Kisen FC. (Wahyu Susanto)
Data Diri
Nama: Shin Hyun-Joon
Tanggal Lahir: 9 April 1983 (37 tahun)
Tempat lahir; Korea Selatan
Tinggi: 1.77 m (5 ft 9 1∕2 in)
Posisi bermain: Midfielder
Klub terakhir: Putrajaya SPA F.C.
Karier Senior
2003−2004 Gangneung City 7 (0)
2005−2007 Seosan Omega FC 38 (1)
2008 Daejeon KHNP FC 12 (0)
2009 Cheonan City 13 (1)
2009–2010 PSM Makassar 18 (2)
2010−2011 PSPS Pekanbaru 26 (4)
2011−2012 Deltras 16 (3)
2012− 2013 PSMS Medan (ISL) 14 (2)
2014 Putrajaya SPA F.C. 0 (0)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/shin-hyun-joon-saat-memperkuat-psm-makassar-di-isl-2009.jpg)