Bima Sakti
Gelandang Terbaik yang Antar PSM Juara Ligina 2000, Kini Pelatih Timnas U-16, Ini Sosok Bima Sakti
Ia juga mengharumkan nama PSM di kompetisi Asia kala mampu membawa Juku Eja menembus babak 8 besar Piala Champions Asia 2001.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Arif Fuddin Usman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satu pemain yang mungkin akan selalu dikenang pecinta PSM adalah Bima Sakti.
Bima Sakti adalah bagian dari skuad yang membawa PSM juara Liga Indonesia di tahun 1999-2000.
• Bikin Adem Lihat Foto-foto Ayana Jihye Moon, Mualaf & Berhijab, Kini Dijodohkan ke Ustaz Abdul Somad
• Pemain Asia Barat Pertama Bela PSM di ISL 2009, Sayang Tak Optimal, Begini Kiprah Daryoush Ayyoubi?
Ia juga mengharumkan nama PSM di kompetisi Asia kala mampu membawa Juku Eja menembus delapan besar Piala Champions Asia.
Bersama nama-nama pemain top kala itu seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Hendro Kartiko, Yeyen Tumena, Ortizan Solossa, Yusrifar Jafar, Miro Baldo Bento, Kurniawan mamou menjadikan PSM tim kuat di Indonesia, bahkan Asia.
Bima Sakti merupakan putra daerah Balikpapan, Kalimantan Timur. Lahir pada 23 Januari 1976 di Balikpapan, buah hati dari pasangan Tukiman dan Yuliani.
Ayahnya dulu adalah seorang anggota TNI yang juga penggemar sepak bola. Sejak kecil, Bima Sakti kerap bermain sepak bola.
Ia bermain di lapangan yang berada tak jauh dari rumahnya. Semasa SMP, Bima Sakti kerap mengikuti kejuaraan sepak bola antarsekolah.
Bima Sakti memulai karirnya dari salah satu klub di tanah kelahirannya, PKT Bontang. Pada tahun 1993, Bima terpilih sebagai salah satu pemain dalam proyek PSSI Primavera.
PSSI Primavera adalah tim elite dengan komposisi pemain-pemain muda terbaik tanah air, yang diberi kesempatan merasakan pengalaman berlatih dan berkompetisi di Italia.
• Demi Kebutuhan Intim 28 Kali Sehari, Wanita Kaya Usia 60 Tahun Ini Sudah Menikah dengan 14 Pria Muda
• Kebelet Lari ke Sungai, Justru Dapati Pria Beristri & Selingkuhan Asyik Berbuat Mesum, Apa Jadinya?
Selama dua tahun berada di Italia, Bima Sakti dkk bisa melihat langsung permainan pemain dunia seperti Roberto Bagio dan Paolo Maldini.
Selepas dari Sampdoria Primavera, Bima Sakti bergabung bersama klub asal Swedia, Helsingborg IF.
Di klub ini, Bima hanya bertahan kurang lebih setahun. Sedangkan Kurniawan saat itu hijrah ke Swiss dengan bergabung bersama FC Luzern.
Berbekal pengalaman di Eropa, Bima Sakti kemudian kembali ke Indonesia memperkuat sejumlah klub.
Setelah ke klub pertamanya PKT Bontang, Bima memulai petualangannya dengan memperkuat Pelita Jaya pada kurun waktu 1996-1999.
Setelahnya, Bima kemudian direkrut PSM pada tahun 1999. Bima menjadi satu dari sejumlah nama beken yang didatangkan PSM. Selain Bima, ada Aji Santoso, Hendro Kartiko, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Miro Baldo Bento.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bima-sakti-saat-memperkuat-tim-psm-reuni-dalam-laga-hut-100-tahun-psm-di-stadion-mattoanging.jpg)