Pilkada Serentak
Pengamat Politik Unhas: Parpol Selayaknya Beri Edukasi Politik
Menurutnya, proses penentuan figur usungan parpol, haruslah didasarkan pada indikator yang rasional.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Politik Universitas Hasanuddin Andi Lukman Irwan mengatakan setiap Partai Politik (parpol) selayaknya memberi edukasi politik kepada masyarakaylt.
"Seperti dalam proses rekruitmen calon, khususnya dalam tahap seleksi seperti saat ini, haruslah mampu memberi edukasi politik yang baik kepada masyarakat sehingga parpol semakin mendapatkan trust (kepercayaan) dari masyarakat," ujar Lukman via pesan WhatsApp, Minggu (5/7/2020).
Menurutnya, proses penentuan figur usungan parpol, haruslah didasarkan pada indikator yang rasional.
"Tidak berdasar pada transaksi kekuasaan atau transaksi lainnya semata," jelasnya.
Bisa dilihat, lanjut dia bahwa dinamika politik untuk Pilwalkot Makassar begitu dinamis khususnya dalam hal perebutan dukungan parpol antar setiap figur.
"Apalagi belum ada rekomendasi yang berbentuk B1-KWK yang keluar dari parpol untuk setiap kandidat, sehingga sangat masih mungkin adanya perubahan dukungan parpol untuk setiap kandidat, sampai masa pendaftaran KPU dibuka," katanya.
Saat ini, kata dia, dari beberapa konfigurasi figur kandidat yang telah mendapatkan rekomendasi awal dari parpol, sesungguhnya memberikan keuntungan secara psikologi politik khususnya terkait penerimaan kandidat oleh pemilih.
"Pemilih akan semakin mempersepsi terkait mana figur yang memiliki kompetensi dalam bekerja dan mana yang tidak mampu," ujarnya.
"Oleh karenanya, paslon yang sudah memiliki rekomendasi awal dan mulai jelas figur pendamping lebih selangkah di dalam hal kekuatan branding politik ke pemilih," jelas Lukman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pengamat-politik-universitas-hasanuddin-andi-lukman-irwan-34.jpg)