Deretan Sepeda Lipat Termahal Bisa Jadi Pilihan di Indonesia, Selain Brompton
Semakin banyak orang yang bersepeda, semakin banyak juga bermunculan merek sepeda lainnya
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
Sebenarnya, Bike Friday menawarkan beberapa varian sepeda lipat, yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan Brompton. Bahkan, di negeri asalnya ada pilihan sepeda tandem.
Hanya saja, bentuk frame set utamanya terlihat mirip satu dengan yang lain, sehingga penampakannya pun tetap memiliki kekhasan tersendiri.
Berdasarkan penelusuran Kompas.com di sejumlah marketplace, sepeda yang umumnya lebih condong ke gaya roadbike ini dijual dalam rentang harga antara Rp 27 juta hingga lebih dari Rp 40 juta.
Bike Friday dibuat oleh Green Gear Cycling, Inc sejak 1992 dan dikenal dengan kebijakan ramah lingkungan dalam proses produksinya.
2. Birdy
Sepeda lipat ini pertama kali dirancang oleh perusahaan Jerman Riese & Müller. Kini, Birdy dijual di seluruh dunia.
Namun, produksi sepeda ini dilakukan oleh Pacific Cycles Taiwan, yang juga memproduksi sejumlah sepeda lain.
Pembuatan Birdy dimulai pada tahun 1992, ketika salah satu pendiri Markus Riese memiliki ide baru membuat sepeda lipat.
Sebelum itu, ia dan Heiko Müller--pendiri lainnya--adalah teman dekat yang bertemu di universitas dan menghabiskan waktu untuk mengonversi sepeda.
Mereka mengoptimalkan sepeda dengan ide dan desain mereka sendiri.
Di Indonesia, saat tren sepeda lipat terjadi lebih dari satu dekade lalu, nama Birdy pun dikenal sebagai pilihan sepeda lipat hi-end.
Salah satu keunikan dalam sepeda lipat Birdy dapat langsung dikenali dari desain shockbreaker depan ganda.
Di jejaring marketplace Indonesia, sepeda Birdy dibanderol seharga lebih dari Rp 40 jutaan.
3. Tyrell
Merek sepeda lipat asal Jepang ini muncul pada beberapa tahun terakhir, saat booming sepeda lipat Brompton belum seperti sekarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sepeda-mahal-di-indonesia.jpg)