Tribun Gowa

Bupati Gowa Putuskan Belajar Daring Dilanjutkan di Tahun Ajaran Baru

Pemerintah Kabupaten Gowa memutuskan aktivitas belajar mengajar di tahun ajaran baru 2020/2021 masih akan dilakukan secara daring

TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Foto Ari Maryadi Tribun Timur) 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Pemerintah Kabupaten Gowa memutuskan aktivitas belajar mengajar di tahun ajaran baru 2020/2021 masih akan dilakukan secara daring atau virtual.

Tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang berdasarkan keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Kemendikbud belum memutuskan apakah proses belajar mengajar di tahun ajaran baru ini dilakukan lewat tatap muka atau masih lewat daring.

"Hanya saja kami memutuskan belum boleh melakukan tatap muka, makanya masih dilakukan secara virtual (daring)," kata Adnan, Senin (29/6/2020).

Menurut Bupati Adnan, kebijakan ini diambil pemerintah daerah dengan melihat perkembangan angka positif Covid-19 di daerah berjuluk Butta Bersejarah ini masih sangat tinggi.

Hal itu dianggap masih belum aman bagi siswa untuk melakukan proses belajar belajar secara tatap muka.

Berdasarkan data Tim Covid-19 Kabupaten Gowa mencatat hingga Jumat, 25 Juni 2020 kemarin angka positif mencapai 462 orang dengan jumlah kasus baru 11 orang.

"Dengan laju penularan ini kita menganggap masih belum bisa adanya aktivitas dalam sekolah. Anak-anak, utamanya di jenjang SD masih sangat sulit untuk kita ajak mereka menjaga jarak, makanya harus dilakukan lewat di rumah saja," tegasnya.

Dalam kebijakan ini, dirinya juga menginstruksikan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa agar mengalihkan Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan kuota internet bagi siswa dan tenaga pendidik.

Hal itu dimaksudkan untuk bisa memaksimalkan pembelajaran daring.

"Dana BOS yang biasanya digunakan untuk keperluan pembayaran listrik, air dan keperluan lainnya di sekolah kita alihkan untuk pembelian kuota internet," ujarnya.

Dengan kebijakan ini juga bisa membantu beban orangtua dan tenaga pengajar dalam memenuhi kebutuhan kuota internet mereka. (TribunGowa.com)

Laporan Kontributor TribunGowa.com @bungari95

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved