Tribun Mamasa

Angka Kematian Bayi di Puskesmas Mehalaan Tinggi, Dinas Kesehatan Mamasa Bakal Lakukan Ini

Bahkan pada bulan Juni, ada empat bayi yang meninggal. Diantara 4 orang, ada bayi kembar.

Ist
Puskesmas Kecamatan Mehalaan Mamasa 

TRIBUNMAMASA.COM, MEHALAAN - Sebanyak 8 Angka Kematian Bayi (AKB) di Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) tahun 2020.

Bahkan pada bulan Juni, ada empat bayi yang meninggal. Diantara 4 orang, ada bayi kembar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Hajai S Tanga membenarkan kasus tersebut.

Hajai mengatakan, ia telah mengkonfirmasi kepada Kepala Puskesmas Mehalaan, Nikmat Muslimin, terkait tingginya kasus AKB di wilayah kerjanya.

Berdasarkan laporan Kepala Puskesmas kata Hajai, terjadinya kasus AKB yang tinggi disebabkan pihak keluarga dari ibu hamil rata-rata menolak untuk dilakukan rujukan ke Rumah Sakit (RS), meskipun kondisinya emergency.

"Ada bukti surat pernyataan pihak keluarga menolak untuk dirujuk," kata Hajai, Minggu (29/6/2020).

Selain itu, beberapa diantaranya disebabkan karena perkawinan umur 15 tahun, sehingga hamil dalam keadaan resiko tinggi atau hamil muda.

"Andai saja mereka mau dirujuk pasti RS yang menangani akan melakukan berbagai upaya, tapi persoalannya tidak mau sementara resikonya sangat tinggi," terang Hajai.

Meski begitu, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam waktu dekat kata dia, akan melakukan audit internal bagi para tim medis di Puskesmas.

Dugaan sementara dikarenakan tidak adanya kesadaran masyarakat untuk mengikuti anjuran kesehatan saat sedang hamil.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved