Pilkada Serentak
Gegara Ini, Kopel Desak KPU Tunda Pilkada Serentak di Sulsel
Kopel Indonesia mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera menunda semua tahapan Pilkada Serentak 2020 demi kemanusiaan.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera menunda semua tahapan Pilkada Serentak 2020 demi kemanusiaan.
Direktur Kopel Indonesia, Anwar Razak, Sabtu (27/6/2020) mengatakan aktivitas timses calon paslon di daerah-daerah yang sedang berpilkada tidak terkendali dan hampir tidak ada yang mengontrolnya.
Kegiatan seperti berkumpul, pertemuan tanpa jarak dan tanpa alat pelindung diri berlangsung. Protokol kesehatan tidak lagi diindahkan.
"Situasi ini mengkhwatirkan dan akan memicu penambahan orang terpapar virus. Kasihan masyarakat yang sebenarnya sudah taat dengan protokol kesehatan tapi dipaksa untuk masuk dalam situasi yang rawan," katanya.
Dari hasil pantauan Kopel Indonesia, di Sulsel menunjukan angka penyebaran covid-19 yang terus meningkat seiring meningkatnya aktivitas pelaksanaan tahapan Pilkada.
Di lima daerah yang akan berpilkada yaitu Kota Makassar, Gowa, Maros, Bulukumba dan Soppeng menunjukkan angka penyebaran yang terus meningkat.
Dari catatan Bawaslu Sulsel, Kota Makassar, Gowa dan Maros adalah daerah yang dikategorikan rawan.
Sementara Bulukumba dan Soppeng adalah daerah yang sedang dalam status pantauan karena angka penyebaran covid-19 yang kembali menaik.
"Di daerah lain kemungkinan terjadi hal yang sama, apalagi sampai sekarang aturan pelaksanaan protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada belum ada dan anggaran untuk penyediaan APD untuk penyelenggara sampai sekarang belum ada kepastian," tuturnya.
Anwar mengatakan penyebaran virus masih sulit dikendalikan. KPU dan pemerintah sendiri belum memiliki kesiapan untuk menjalankan Pilkada ini.
Dia berharap KPU realistis dengan keadaan ini sehingga tidak memaksakan situasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/direktur-kopel-indonesia-anwar-razak.jpg)