Breaking News:

Komisaris GMTD

GMTD Umumkan 3 Nama Komisaris Baru Mewakili Pemerintah Daerah

GMTD memberlakukan pembatasan fisik kehadiran rapat dari Pemegang Saham maupun Dewan Komisaris dan Direksi.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/SUKMAWATI
GMTD memberlakukan pembatasan fisik kehadiran rapat dari Pemegang Saham maupun Dewan Komisaris dan Direksi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebagai wujud kepatuhan perusahaan terbuka dalam mengimplementasikan tata kelola perusahaan (Corporate Governance) PT Gowa Makassar Tourism Development, Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (26/6/2020).

RUPST kali ini di lakukan berbeda dengan tahun sebelumnya dikarenakan situasi pandemi Covid-19.

GMTD memberlakukan pembatasan fisik kehadiran rapat dari Pemegang Saham maupun Dewan Komisaris dan Direksi.

RUPST juga dilangsungkan secara virtual, dimana Dewan Komisaris dan Direksi yang tidak hadir di Makassar dapat mengikuti langsung jalannya Rapat melalui platform aplikasi rapat online.

RUPST Tahun Buku 2019 membahas 4 (empat) mata acara di mana salah satunya menghasilkan keputusan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi.

Terdapat perubahan Komisaris dari Pemerintah Daerah. Pemerintah Sulawesi Selatan diketahui memiliki 13.200.000 lembar saham, Pemerintah Kota Makassar sebesar 6.600.000 lembar saham dan Pemerintah Kabupaten Gowa sebesar 6.600.000 lembar saham.

Nama baru yang memperkuat Dewan Komisaris adalah Bapak Muhammad Rais dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Ir Salim Abd Rahman dari Pemerintah Kota Makassar dan Muchlis dari Pemerintah Kabupaten Gowa.

H Andi Anzhar Cakra Wijaya, Presiden Direktur GMTD mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 turun pada level 5,02 persen dibandingkan tahun 2019 pada level 5,17 persen.

Pertumbuhan ekonomi kota Makassar juga mengalami penurunan pada level 6,92 persen. Meskipun, relatif lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional tidak membawa dampak terhadap pertumbuhan properti di sepanjang tahun 2019.

"Tetapi di tengah kelesuan yang terjadi di pasar, Perseroan tetap mampu mempertahankan margin kotor penjualan pada kisaran 46,0 persen pada bisnis intinya meskipun pendapatan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Perseroan juga terus berupaya meningkatkan recurring income dalam upaya memperkuat struktur finansial Perseroan saat menghadapi pasar properti yang melambat," katanya melalui rilis nya, Jumat (26/6/2020).

Ia menjelaskan, pengembangan Tanjung Bunga sebagai kawasan hunian dan komersial terpadu terus digenjot dengan menyasar segmen pasar yang memiliki potensi cukup besar.

Yakni, menengah dan menengah ke bawah dengan menawarkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar serta fokus kepada perbaikan mutu dan layanan.

"Dalam kesempatan yang baik ini perkenankan saya mengucapkan selamat bergabung kepada para anggota Dewan Komisaris yang baru. Ucapan terimakasih kepada anggota Dewan Komisaris dan Direksi atas segala jerih-payahnya dalam mempertahankan kinerja Perseroan di tahun yang penuh tantangan," ujarnya.

Ia berharap, Perseroan dapat berkinerja lebih baik lagi dalam mengarungi tantangan-tantangan bisnis masa depan.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved