UMI
LPkM UMI Gelar Webinar, Bahas Peluang Program Pengabdian di Masa Pandemi Covid-19
LPkM UMI menggelar Worksop Nasional Penyusunan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat via daring, Rabu (24/6/2020) kemarin.
Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
"Seperti ringkasan (500 kata), pendahuluan (2000 kata), solusi permasalahan/luaran target (1500 kata), luaran dan target capaian program (wajib dan pilihan), metode pelaksanaan (2000 kata) dengan menguraikan tahapan, metode pelaksanaan, evaluasi kegiatan dan kontribusi partisipasi mitra, anggaran dan jadwal kegiatan, daftar pustaka, persetujuan/pernyataan mitra sesuai skema, gambaran iptek (500 kata), dan peta lokasi," tambah Dr Dindin.
Lanjut ditegaskan, pengabdian bukan mencari masalah tetapi memecahkan masalah.
Selain itu, judul pengabdian tidak sama dengan penelitian, harus ada menunjukkan proses yang mewakili isi, lalu di dalam judul harus memiliki konsep, serta tidak mencantumkan metode.
"Karena itu merupakan bagian proses, metode tidak ditampilkan di judul, analisis harus teukur, tambahkan data kuantitatif yang mendukung kondisi mitra. Mengemukakan masalah umum dan priorotas, harus intens berkomunikasi dengan mitra," ujarnya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Dr. Ir. Aladin menguraikan secara ringkas penilaian proposal yang diusulkan ke DPRM.
Dr. Ir. A. Aladin, yang juga dosen UMI menyampaikan bahwa dalam penyusunan proposal, pengusul harus betul-betul teliti, misal jumlah kata yang ditentukan. Ini tidak bisa diabaikan karena bisa berdampak pada hasil akhir lulus atau tidaknya usulan proposal yang diajukan.
Dosen Fakultas Teknologi Industri UMI ini menambahkan, ada tiga variabel dalam rekam jejak yang menjadi penilaian, kualitas dan kuantitas publikasi artikel di jurnal ilmiah, kualitas dan kuantitas publikasi dalam prosiding dan kuantitas dan status peroleh KI.
Selain itu, ketajaman analisis situasi permasalahan mitra sasaran, rumusan masalah prioritas mitra, kesesuaian kompetensi tim untuk menyelesaikan permasalahan mitra, metode, solusi dan rencana kegiatan yang ditawarkan, dan kesesuaian penugasan tim pelaksana.
Kualitas iptek yang ditawarkan, satu artikel yang dipublikasikan melalui jurnal ber ISSN atau prosiding ber ISBN dari seminar Nasional, satu artikel pada media massa cetak/elektronik video kegiatan dan peningkatan keberdayaan sesuai permasalahan yang dihadapi, dan kewajaran," tutupnya.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Alfian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/lpkm-universitas-muslim-indonesia-umi-menggelar-worksop-nasional.jpg)