Breaking News:

BRSPDF Wirajaya Makassar Lakukan Terapi Psikososial Bagi Disabilitas dengan Story Telling Virtual

Terapi Psikososial dengan metode Story Telling ini dilakukan secara daring atau virtual dengan menghadirkan beberapa alumni Balai “Wirajaya”

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Istimewa
Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) “Wirajaya” kembali melakukan jelas virtual, Senin (22/6/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) “Wirajaya” kembali melakukan jelas virtual, Senin (22/6/2020).

Pada kelas kali ini, para siswa diberikan terapi psikososial dengan metode story telling.

Tujuannya untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan sekaligus menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas guna meraih kemandirian hidup dimasa-masa yang akan datang.

Terapi Psikososial dengan metode Story Telling ini dilakukan secara daring atau virtual dengan menghadirkan beberapa alumni Balai “Wirajaya” yang telah sukses berkarier didunia usaha untuk berbagi cerita inspiratif bagi para Penerima Pelayanan yang ada dalam Balai.

Dalam rilis yang diterima Tribun Timur, Rabu (24/6/2020), alumni Balai “Wirajaya” yang sempat hadir berbagi cerita diantaranya Khaerunnisa alumni tahun 2018 yang telah sukses menjalankan usaha penjahitan mandiri di Kabupaten Sinjai.

Selain itu, hadir pula Yudistira Yusuf alumni 2019 yang saat ini membuka Rumah Cantik Disabilitas (usaha tata rias) di Kota Palopo, serta Usman Hadi alumni 2019 yang telah bekerja di salah satu usaha Ritail ternama di Kota Makassar masing-masing di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan tema "Disabilitas Berkarir? Pasti Bisa", kegiatan motivasi diri ini dilakukan dalam suasana lebih ceria, dimana Penerima Pelayanan dalam Balai juga terlihat antusias ditandai dengan banyak dan beragamnya pertanyaan yang diajukan.

Kegiatan Terapi Psikososial ini diinisiasi oleh Pekerja Sosial (Peksos) di Balai “Wirajaya”, dimana kegiatan ini sengaja dirancang untuk membuat Penerima Pelayanan lebih santai saat berbagi cerita bersama alumni.

"Diharapkan dengan adanya berbagi cerita, ilmu dan pengalaman alumni di dunia kerja dan usaha dapat bermanfaat bagi Penerima Pelayanan agar lebih matang dalam menyusun rencana untuk meraih masa depan mereka," ungkap Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial Balai “Wirajaya, Sitti Kalsum.

Bahkan Sitti Kalsum juga sangat mengapresiasi inovasi layanan Rehabilitasi Sosial yang dilakukan oleh Peksos dalam Balai.

"Peksos di Balai “Wirajaya” tak henti-hentinya untuk terus menghadirkan model layanan Rehabilitasi Sosial ditengah pandemi covid-19. Meskipun dalam suasana Pandemi, Peksos harus hadir memberikan layanan Rehabilitasi Sosial bagi penyandang disabilitas. bahkan Peksos tak henti-hentinya memberikan motivasi dan semangat bagi penyandang disabilitas," tuturnya.

Sementara itu, Rosniati Hamzah salah seorang Peksos di Balai “Wirajaya” saat berlangsungnya acara juga memberikan motivasi dan semangat bagi penyandang disabilitas.

"Lawan yang paling sulit kita kalahkan adalah diri kita sendiri. Maka dari itu, mulai dari sekarang biasakan diri dengan kebiasaan baik seperti disiplin, rajin belajar, kita lawan kemalasan dalam diri, agar kita bukan menjadi lawan, tapi menjadi kawan bagi diri sendiri dalam menggapai mimpi-mimpi,"pesan Rosniati kepada para Penerima Pelayanan dalam Balai.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved