Aliansi Mahasiswa Parepare

AMP Unjuk Rasa Tuntut Polisi dan Jaksa Serius Tangani Kasus Pencabulan Anak

Pasalnya, saat proses persidangan korban yang mestinya dibela justru terkesan diintimidasi dan diperlakukan bak terdakwa.

TRIBUN TIMUR/DARULLAH
AMP Sulawesi Selatan, melakukan aksi unjuk rasa tuntut transparansi proses hukum di Polres dan Kejari, Senin (22/6/2020). 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Puluhan Aliansi Mahasiswa Parepare (AMP), Sulawesi Selatan, melakukan aksi unjuk rasa, Senin (22/6/2020).

Mereka memprotes kinerja polisi dan jaksa pada kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur. AMP menuntut transparansi proses hukum kasus tersebut.

Pasalnya, saat proses persidangan korban yang mestinya dibela justru terkesan diintimidasi dan diperlakukan bak terdakwa.

Aksi Aliansi Mahasiswa Parepare itu dipusatkan di Mapolres, Kejari, hingga Pengadilan Negeri.

Koordinator Lapangan Ahmad Riecardi dalam aksinya mengatakan menuntut aparat keamanan untuk serius menangani kasus persetubuhan anak itu.

Sebab, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan pada kasus tersebut.

"Kesaksian, seakan-akan ada intimidasi ke pihak korban saat proses persidangan. Bukan dibela justru orang tua korban malah dituding lalai menjaga anaknya,” pungkasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti penanganan kasus tersebut yang terbilang lamban.

Ahmad mengungkapkan laporan pertama yang belum terungkap menjadi tanda tanya besar.

“Kan ada dua laporan. Ini menjadi tanda tanya besar karena kasus pertama belum terungkap. Belum diserahkan ke Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut. Yang masuk baru laporan kedua,” tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Darullah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved