Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Suku Bunga

Permintaan Uang dan Kredit Turun Jadi Alasan Penurunan Suku Bunga Acuan 25 Bps

Bank Indonesia melaporkan kondisi likuiditas perbankan tetap memadai dan mendukung berlanjutnya penurunan suku bunga.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Hasriyani Latif

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia melaporkan kondisi likuiditas perbankan tetap memadai dan mendukung berlanjutnya penurunan suku bunga.

Likuiditas perbankan yang memadai tercermin pada rerata harian volume PUAB Mei 2020 yang tetap tinggi yakni Rp 9,9 triliun serta rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tetap besar yakni 25,14% pada April 2020.

Perkembangan ini berdampak positif pada penurunan suku bunga.

Pada Mei 2020, rerata suku bunga PUAB O/N dan suku bunga JIBOR tenor 1 minggu bergerak stabil di sekitar level BI7DRR yakni 4,33% dan 4,60%.

Rerata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja menurun menjadi 5,84% dan 9,60%.

Penurunan suku bunga ini sejalan transmisi penurunan suku bunga Bank Indonesia yang telah dilakukan dan strategi Bank Indonesia dalam menjaga kecukupan likuditas perekonomian.

Di tengah kondisi suku bunga yang menurun, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada April 2020 masih lemah yakni tercatat 8,4% (yoy) dan 8,6% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya.

"Perkembangan ini dipengaruhi perekonomian yang belum kuat sehingga mengakibatkan lemahnya permintaan uang, termasuk permintaan kredit," Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko via rilisnya ke tribun-timur.com, Minggu (21/6/2020).

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%.

Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi di era Covid-19.

Terpisah, Direktur Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sulsel, Endang Kurnia Saputra berharap setelah penurunan suku bunga acuan BI, maka ekonomi akan berjalan normal lagi.

“Pengusaha bisa melakukan usaha dan kredit lagi nih karena bunga lebih murah,” katanya.

Ke depan, Bank Indonesia terus memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, khususnya restrukturisasi kredit perbankan.

Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, meskipun risiko dari dampak meluasnya penyebaran Covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan terus dicermati.

Stabilitas sistem keuangan terjaga tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan April 2020 yang tinggi yakni 22,03%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,89% (bruto) dan 1,13% (neto).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved