ASN Narkoba

ASN Pemprov Sulbar Terlibat Narkoba, Sekprov: Tegas, Kita Akan Pecat!

Muhammad Idris menegasakan tidak akan memberikan tolerasi bagi ASN yang tersangkut kasus narkoba.

ASN Pemprov Sulbar Terlibat Narkoba, Sekprov: Tegas, Kita Akan Pecat!
Ist
Sekprov Sulbar Muhammad Idris

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Idris menegasakan tidak akan memberikan tolerasi bagi ASN yang tersangkut kasus narkoba.

Hal itu disampakan Idris menanggapi adanya oknum ASN di lingkup Pemprov Sulbar bersama salah seorang honorer diringkus Direktorat Narkoba Polda Sulbar karena terlibat peredaran gelap narkoba.

"Begitu terlibat Narkoba kita berhentikan itu ketentuannya sudah ada. Dan kita tidak main-main, kita kelebihan pegawai buang aja bagi yang bermasalah, jadi nggak ada pemeliharaan orang-orang seperti itu," tegas Idris kepada wartawan di Mamuju, Minggu (21/6/2020).

Justru, lanjut Idris, jika ada hukuman ringan dari penegak hukum, pihaknya minta perberat dengan alasan jika lebih dari dua tahun berhentikan saja.

"Jadi jelas, sikap dari pemerintah daerah ketegasan pelangar-pelanggar aturan termasuk juga ASN yang terlibat Narkoba. Kalau pejabat pasti dicopot dari jabatannya, kalau ASN lebih dari dua tahun hukumannya, pasti akan diberhentikan dengan tidak hormat, jadi kongkrit kalau di ASN," jelasnya.

Idris mengaku sudah ada kerjasama dengan dengan pihak BNN Provinsi Sulbar dan sudah berjalan untuk melaksanakan tes urine massal bagi ASN.

"Urusan pemeriksaan urine jelas urusan BNN karena kita sudah MoU dengan pihak BNN karena memang kami tidak punya keahlian soal pemeriksaan. Dan poinnya pemerintah tidak akan mentolerir siapapun ASN baik itu pengedar, pemakai apalagi bandar pasti sanksi tegas menanti," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnnya, bulan ini petugas Reserse Narkoba, baik dari Polda maupun Polresta Mamuju, dikabarkan panen tangkapan pelaku narkoba jenis sabu.

Semua tersangka diketahui dari ASN serta seorang staf honorer dan semuanya kerja dilingkungan Pemerintah Provinsi Sulbar.

Kini semua tersangka sudah menjadi penghuni sel tahanan Polisi. Bahkan polisi masih melakukan pengembangan kasus untuk menangkap bandarnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved