Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ada Rakib Fakfak di Banjir Bantaeng

Banjir tidak hanya menggenangi dan merusak rumah-rumah warga serta perkantoran, namun juga menewaskan seorang remaja berusia 19 tahun.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Imam Wahyudi
Hudzaifah Kadir
Rakib Tungging merapikan tumpukan dos air mineral yang akan dibagikan ke warga korban banjir Bantaeng, Rabu (17/6/20). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Banjir bandang menerjang Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (12/6/20) sore.

Dua kabupaten ini berbatasan. Dari Makassar, Kota Jeneponto berjarak 85 kilometer. Sedangkan Kota Bantaeng 134 kilometer.

Dalam keterangan persnya, Bupati Bantaeng, Ilhamsyah Azikin, mengatakan curah hujan tinggi menyebabkan jebolnya tanggul cekdam Balangsikuyu.

Banjir tidak hanya menggenangi dan merusak rumah-rumah warga serta perkantoran, namun juga menewaskan seorang remaja berusia 19 tahun.

Di Jeneponto, tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah desa di Kecamatan Rumbia, Turatea, dan Binamu.

Empat warga dilaporkan tewas terseret arus dan tertimbun longsor.

Melansir tribunbantaeng.com, Kepala BPBD Bantaeng, Irfan Fajar, mengatakan banjir merusak 2233 rumah dengan taksiran kerugian Rp 25 miliar.

Bencana alam di tengah pandemi corona ini menjadi duka Sulawesi Selatan. Menggugah rasa kemanusian sehingga ratusan relawan mendatangi Jeneponto dan Bantaeng untuk membantu pemerintah melakukan evakuasi korban banjir atau sekadar memberi bantuan.

Rakib Tungging, pemuda Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pun ada di sana.

Sejak kuliah diliburkan akibat pandemi corona, Rakib hanya berdiam diri di asrama mahasiswa Fakfak di Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

"Saya tidak pulang kaka' karena harus karantina kalau sampai di kampung. Tapi alasan utama biaya tiket mahal," kata mahasiswa jurusan hubungan internasional Universitas Fajar (Unifa) Makassar ini, beberapa waktu lalu.

Sekitar dua bulan 'di asrama aja', dan seringkali harus menahan lapar karena kehabisan bahan makanan, pada Senin (15/6/20), Rakib dihubungi Waldi, jurnalis makassar.tv, yang juga seniornya di Kompala Unifa, organisasi yang digelutinya setelah berstatus mahasiswa Unifa.

Dia diajak ikut membawa bantuan bagi korban banjir Bantaeng yang digalang media online berbasis video tersebut.

Tak berpikir, pemuda berambut gimbal ini mengiyakan. Jiwa sosialnya terpanggil ditambah bosan berpangku tangan di asrama.

Selain Rakib, satu anggota Kompala Unifa lainnya, Tommy Irianto, ikut serta dalam rombongan makassar.tv. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved