Meity Rahmatia
Meity Rahmatia, IRT, Pengusaha Hingga Wakil Rakyat Gowa Takalar
Di rumah ia harus mengurus semua kebutuhan suami dan tiga anak, julukan perempuan Kartini, bisa diberikan kepada sosok Meity Rahmatia.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Selain menjadi wakil rakyat di DPRD Sulsel, Owner Travel PT Meida Wisata dan Direktur PT Timoho Agung Wisata Meity Rahmatia juga menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga.
Di rumah ia harus mengurus semua kebutuhan suami dan tiga anak, julukan perempuan Kartini, bisa diberikan kepada sosok Meity Rahmatia.
Sosoknya bisa di contoh oleh perempuan-perempuan lain di Indonesia. Selain mandiri untuk meningkatkan taraf ekonomi, ia juga pandai memanagement waktunya dengan baik.
Bahkan menjadi sosok yang dicintai masyarakat, terbukti dengan terpilihnya menjadi wakil rakyat untuk dapil Gowa dan Takalar.
Pada temu konstituen di masa persidangan III DPRD Sulsel, Meity yang turun langsung berdialog dengan masyarakat yang tinggal di sekitar tapal batas di Kelurahan Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa begitu disenangi masyarakat.
"Reses kali ini di daerah dataran tinggi yaitu di Kelurahan Malakaji, Rappolemba, Cikoro, Tanete, dan Garing masing-masing berada di Kecamatan Tompobulu," katanya kepada Tribun, Rabu (17/6/2020).
Meity menambahkan, pada pertemuannya dengan beberapa masyarakat di dataran tinggi di Gowa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemerintah.
Pertama, katanya itu perhatian pemerintah Gowa terkait jalan tani yang menghubungkan ke beberapa kelurahan/desa.
Kedua, pembangunan perairan untuk sawa-sawa masyarakat, kemudian ketiga adalah masyarakat sedang membutuhkan bibit pertanian dan peternakan seperti sapi dan lain-lain.
"Nah, yang tidak kalah pentingnya adalah masyarakat meminta kejelasan tapal batas antara Gowa, Jeneponto, dan Bantaeng. Ini paling penting diperhatikan pemerintah dan harus diselesaikan sesuai peringatan Kementerian Dalam Negeri kepada Pemda," jelasnya.
Tidak mudah menjalankan tiga profesi sekaligus bagi kaum perempuan. Penyandang predikat pejuang emansipasi wanita memang cocok dilekatkan padanya.
Meski ditengah kesibukannya, sosok ibu tiga anak ini, mampu membagi waktunya antara pekerjaan dan keluarga. Ya, keluarga tetap nomer satu dimatanya.
Sebagai seorang ibu, sebelum mengurus bisnis travel, ia terlebih dahulu memastikan kebutuhan keluarganya terpenuhi.
Ia memetakan apa-apa saja kegiatan yang dilakukan setiap harinya. "Jadi disini saya harus memilah mana kegiatan yang memang sangat penting akan dilakukan dalam sehari," ungkap perempuan kelahiran Rangkasbitung, 27 Mei 1981 itu.
Meity mengungkapkan jika setelah semua urusan keluarga selesai, barulah ia tenang mengerjakan urusan bisnis dan rakyat. Ia betul-betul harus mengatur segala sesuatu yang dibutuhkan keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anggota-fraksi-partai-keadilan-sejahtera-pks-dprd-ss.jpg)