Bincang Bola Virtual
Febrianto Wijaya Ingin Setiap Kabupaten di Sulsel Miliki SSB
Menurut Anto, swasta bergerak sendiri dalam pengembangan sepak bola khususnya usia dini tak akan mudah, harus didukung penuh pemerintah
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembina Akademi PSM Makassar, Febriyanto Wijaya berharap pemerintah ikut terlibat dalam pembinaan pemain muda.
Hal itu disampaikan Febriyanto pada acara Bincang Bola Virtual Seri #3 Tribun Timur, Selasa (16/6/2020).
"Pembinaan usia muda kita penting diperhatikan bersama, baik pemerintah, pembina, pelatih terutama orangtua. Harus peran pemerintah jika ingin membentuk ini dengan utuh," kata Anto, sapaan akrab Febriyanto Wijaya.
Menurut Anto, swasta bergerak sendiri dalam pengembangan sepak bola khususnya usia dini tak akan mudah, harus didukung penuh pemerintah, khususnya mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana penunjang.
"Sarana prasarana, event, pembinaan, dn sebagainya, jika tak ada gebrakan, itu susah. Swasta bergerak sendiri tak akan mudah, perlu dukungan baik, dan saya pikir semua orang harus melakukan," jelasnya.
Febriyanto yang memperkuat PSM di tahun 2008-2009, berharap ada pemikiran normal dari pemerintah di era new normal untuk memajukan persepakbolaan, khususnya di Sulsel.
"Di era New Normal, semoga bagaimana ada pemikiran normal, bagaimana membangun sarana sepakbola. Jika pemerintah memahami bahwa atlet adalah investasi, pasti dilakukan dengan baik," harapnya.
"Jika pemerintah hadir di sana, pembinaan akan banyak, pelatih juga akan bermunculan, dan tentunya pemain akan banyak muncul juga," tambahnya.
Anto yang pernah menimba ilmu di Akademi klub Bundesliga VfB Stutgart menginginkan, di setiap kabupaten ada sekolah sepak bola, yang dapat dinaungi PSM, seeprti yang dilakukan kepada SSB Mitra Mannakara.
"Kalau perlu di setiap kabupaten ada akademi PSM. Kami senang jika setiap daerah ada, karena bisa melihat pemain seluruhnya secara utuh. Lebih bagus lagi kalau dipayungi PSM," ucap dia.
Menurut Febriyanto, di Sulsel sangat banyak anak berbakat yang dapat menjadi bintans sepak bola di masa depan.
"Saya yakin dari jutaan manusia di Sulsel, masa tak ada yang bisa jadi seprti Neymar atau Cristiano Ronaldo. Tapi agresifkah kita mencarinya? Selain agresif, kita harus bina dengan baik khususnya mental mereka untuk menjadi pemain top," pungkasnya.
"Semoga di era new normal, juga ada new pemikiran membangun sepak bola, serta peran pemerintah lebih kencang lagi, dengan menganggap sepakbola sebagai investasi," tutup Febriyanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pembina-ak23.jpg)