Longsor di Jeneponto

Cerita Korban Longsor di Jeneponto Hingga Bisa Selamat, Sempat Terseret 7 Meter

Saat terjadi longsor, ia bersama sembilan orang temannya sementara mengikat rumah Canci.

TRIBUN-TIMUR.COM/RAKIB
Baharuddin, korban yang selamat dari bencana longsor di Rumbia Jeneponto, Senin 15/6/2020 

TRIBUN-TIMUR COM JENEPONTO - Salah satu korban longsor yang berhasil selamat dari Desa Rumbia, Kabupaten Jeneponto ialah, Baharuddin.

Saat terjadi longsor, ia bersama sembilan orang temannya sementara mengikat rumah Canci.

Saat itu, rumah Canci hampir terbawa arus banjir lantaran lokasi rumah pas di pinggir Sungai Kalendu.

"Saat itu saya sedang mengikat rumahnya canci yang ada di dekat Sungai Kalendu. Setelah mengikat rumah kita semua duduk di atas jembatan sambil memantau arus air," ujar Baharuddin, Senin (15/6/2020).

Namun tak lama kemudian, terdengar suara gemuruh dari atas gunung.

"Suara gemuruh dari atas gunung dan pohon kayu yang besar itu bergeser bersama tanah," ungkap Baharuddin.

Saat itupulah semua orang yang ada di jembatan berhamburan lari menyelamatkan diri masing-masing.

Baharuddin sempat terseret longsor sepanjang 7 meter, tapi kesadaranya tidak hilang.

Tak lama kemudian ia terlepas dari tanah longsor dan berdiri sambil mengusap mukanya dan mengucapkan kalimat lailahaillah sebanyak tiga kali.

Laporan Tribun Jeneponto Rakib.

Penulis: Muh Rakib
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved