Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Sulsel

UPDATE Covid-19 Sulsel 10 Juni 2020, 187 Kasus Baru dalam Sehari, Makassar Disebut 'Biang Kerok'

Berdasarkan data yang diupdate pada Rabu 10 Juni 2020, pukul 22.29 wita total angka kasus positif di Sulsel mencapai kini naik menjadi 2.381 kasus.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Istimewa
Ilustrasi pasien Covid-19, Sulsel pecahkan rekor kasus baru dalam sehari tambah 187 orang 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Penyebaran virus corona nampaknya masih terus terjadi di Sulawesi Selatan.

Belum terjadi tanda-tanda penurunan jumlah kasus.

Hal tersebut dari terus bertambahnya jumlah kasus positif setiap harinya.

Kabar terbaru untuk perkembangan pasien positif corona atau covid-19 di Sulawesi Selatan, Kamis (11/6/2020).

Dilansir dari https://covid19. sulselprov.go.id/, terlihat jumlah data angka kasus positif di Sulsel terkonfirmasi terus bertambah.

Berdasarkan data yang diupdate pada Rabu 10 Juni 2020, pukul  22.29 wita total angka kasus positif mencapai kini naik menjadi 2.381 kasus. 

Masih terjadi peningkatan yang begitu signifikan.

Bahkan peningkatannya cukup tajam dibanding sepanjang adanya kasus terkonfirmasi di Sulsel.

Pasalnya sehari sebelumnya, angka positif berjumlah 2194 kasus.

Sehingga penambahan kasus positif dalam kurun waktu 24 jam bertambah menjadi 187 kasus. 

Padahal sehari sebelumnya terjadi penambahan sebanyak 180 kasus.

Meski demikian, pasien yang dinyatakan sembuh dari covid-19 bertambah. 

Kini angka pasien sembuh dari covid-19 menjadi 758 orang. 

Untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) kini mencapai 6087 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 1972 orang.

Untuk kematian pada kasus pasien PDP kini berjumlah 170 orang.

Salahkan Makassar Tidak Ketat Lagi

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebut, daerah yang masuk zona merah di Sulsel hanya Kota Makassar.

Salah satu penyebab angka positif Covid-19 di Sulsel melonjak, karena penambahan pasien dari Kota Makassar yang meleset dari perkiraan.

Kota Makassar satu-satunya daerah dengan kode merah di Sulsel.

Penyebabnya karena Pemkot Makassar sempat melonggarkan protokol kesehatan tanpa koordinasi dengan Gubernur Sulsel selaku ketua Tim Gugus Penanganan Covid-19 di Sulsel.  

"Yang merah itu Makassar, karena memang kemarin ini ada pelonggaran yang dilakukan Pemkot (Makassar), Sehingga kita agak kesulitan juga," ujar NA dalam gelar wicara Gugus Tugas Covid-19 Pusat bertema 'Masa Transisi di Sulawesi: Strategi dari Zona Merah ke Zona Hijau?' Rabu (10/6/2020) pagi.

Padahal di kepala gubernur, seharusnya Makassar ini diperketat mengingat posisinya zona merah.

"Padahal kita berharap Makassar ini adalah episentrum penularan utama, maka kita ingin Makassar lebih ketat lagi," jelasnya.

Bahkan, Bupati Bantaeng 2 periode itu menyebut pergantian Pejabat Wali Kota Makassar dari Iqbal Suhaeb ke Yusran Jusuf juga salah satu penyebab angka Corona di Makassar tak terkontrol.

"Ada pergantian Pejabat Wali Kota, sehingga ada miss komunikasi dalam pengambilan kebijakan," ujar NA.

Penjelasan dari Nurdin Abdullah ini menuai pro dan kontra di masyarakat.

Ada yang setuju juga tidak setuju.

Yang setuju menyebut sesuai fakta warga Makassar banyak melanggar protokol kesehatn Covid-19 seperti mulai berkerumun dan tidak menjaga jarak.

Yang tidak setuju komentar Gubernur menyebut tidak bijak menyalahkan warga Makassar.

Komentar netizen tentang Covid-19
Komentar netizen tentang Covid-19 (Youtube)

Luwu Timur Melonjak Juga

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Luwu Timur gencar menggelar rapid test.

Selain Tim GTPP Covid-19 Luwu Timur, PT Vale Indonesia juga menggelar rapid test di area operasi perusahaan terhadap karyawan dan kontraktor.

Jubir Tim GTPP Covid-19 Luwu Timur, Masdin mengatakan, sudah 29.293 warga Luwu Timur yang sudah mengikuti rapid test.

 Luwu Timur saat ini bertambah lagi 44 kasus baru positif, sekarang kasus positif menjadi 399 orang dan pasien sembuh sudah 157 orang.

"Hasilnya hari ini, kurang satu 400 kasus positif di Luwu Timur. Dan 157 yang sembuh," kata Masdin saat video conference dengan Tim GTPP Covid-19 Sulsel, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muh Ichsan Mustari dan jurnalis, Rabu (10/6/2020).

"Dan bersyukurnya kita belum ada (pasien positif) yang meninggal," imbuh Masdin.

Masdin menjelaskan, TGPP Covid-19 Luwu Timur bergerak menyikapi covid pada 17 Maret 2020 dan mulai merancang upaya awal, saat itu status siaga.

Kemudian pada 4 Mei 2020 status siaga dinaikan menjadi tanggap darurat.

Pada tanggap darurat, Pemkab Luwu Timur dan PT Vale Indonesia melakukan rapid test secara massal kepada karyawan, kontraktor, keluarga dan masyarakat.

Juga screening baik kepada karyawan, kontraktor dan tenaga medis (banyak bersentuhan dengan masyarakat).

"Screening untuk memutus mata rantai penyebaran sehingga bisa menahan laju perkembangan covid,"

"Juga menentukan kelompok yang bersiko tinggi, sehingga terpetakan, hampir semua kecamatan ada kasus positif," katanya.

Yang positif (reaktif) kata dia langsung diisolasi dan diberikan edukasi agar penyebaran virus bisa ditekan penyebarannya.

Dibalik banyaknya kasus, menurut Masdin ada hikmahnya yaitu pihaknya tahu dimana tempat penyebaran dan kecamatan mana yang banyak (ditemukan kasus).

Adapun rapid test massal dan tracing dilaksanakan atas instruksi Ketua Tim GTPP Covid-19 Luwu Timur, Thorig Husler (Bupati Luwu Timur).

"Agar kita bisa temukan semua yang terjangkit dengan penyakit ini," jelasnya.

Bisa dikatakan, banyaknya warga Luwu Timur yang terjangkit corona akibat tindakan rapid test massal yang ditindaklanjuti dengan test swab.

Sebagai informasi, kasus pertama positif di Luwu Timur Covid-19 adalah warga Nuha yang kejadiannya (ditemukan) di Kota Makassar, bukan di Luwu Timur.

Pada kasus pertama ini, Tim GTPP Covid-19 Luwu Timur langsung melakukan tracing kepada orang yang sudah kontak dengan pasien.

Selanjutnya, kasus positif kedua (K2) di Luwu Timur adalah pegawai RS Awal Bross Sorowako. Temuan ini hasil tindaklanjut dari rapid test yang dilanjutkan dengan test swab.

Simak Video kenapa Angka Corona Sulsel Meningkat lagi:

(TRIBUN-TIMUR.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved