Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Sinjai

Pegiat Sosial di Sinjai Ungkap Data BLT Kacau karena Gunakan Data Tahun 2011

Pegiat sosial Sinjai, Sirman mengatakan, dinilai kacau karena data yang digunakan petugas menyerahkan BLT yakni masih menggunakan data tahun 2011.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
Ist
Bupati Andi Seto Gadhista Asapa menyerahkan langsung bantuan BLT Desa kepada warganya di Sinjai Borong 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Pegiat Sosial di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengungkap data Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat miskin kacau.

Pegiat sosial Sinjai, Sirman mengatakan, dinilai kacau karena data yang digunakan petugas menyerahkan BLT yakni masih menggunakan data tahun 2011.

Sehingga jika banyak aksi protes dari warga yang berhak menerima dinilai wajar, karena perkembangan masyarakat Sinjai sudah banyak yang berubah.

"Itu wajar jika banyak masyarakat yang berhak menerima melakukan aksi protes, karena memang data yang digunakan petugas membagi BLT masih gunakan data tahun 2011," ungkap Sirman yang juga mantan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Rabu (27/5/2020).

Sirman mengaku mengetahui betul pendataan saat itu dan perkembangannya sampai saat ini. Sebab ia pernah terlibat secara teknis didalamnya.

Karena itu, Sirman berharap agar pemerintah pusat dan pemerintah di Sinjai segera mengevaluasi data tersebut.

Dan memberikan warga yang lebih layak. Dengan cara itu dilakukan pemerintah untuk mencegah konflik sosial antara petugas tingkat bawah dan masyarakat biasa.

Terpisah Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa mendatangi Dinas Usaha Kecil dan Menengah.

Ia meminta pegawai di dinas tersebut untuk memperbaiki data dan penyaluran bantuan sosial ke masyarakat.

Seto terlihat serius melihat dan membuka data penerima bantuan dan mengeceknya, dengan nada kecewa dirinya berbincang dengan Kadis UMKM Sinjai.

Kadis Kominfo Sinjai, Irwan Suaib, menjelaskan sidak dilakukan karena banyaknya UMKM maupun Masyarakat yang mengeluh dikarenakan sudah mendaftar namun namanya tidak keluar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Bupati datang untuk melihat sistem dan mekanisme penginputan dan pendaftaran di tempat perlu diperbaiki.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa Bupati meminta Dinas Koperasi dan UMKM kedepannya melakukan perbaikan terhadap penginputan dan pendataan yang dilakukan. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved