Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUN WIKI: Profil dan Sejarah Desa Kalotok Kabupaten Luwu Utara

Secara geografis wilayah administrasi Desa Kalotok terletak di LS: 020 39' 27,7"-020 44' 30,8" BT: 1200 07' 12,9"-1200 12' 35,1".

Tayang:
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
chalik / tribun timur
Desa Kalotok, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan 

Wilayah Adat Kalotok terdiri atas Desa Kalotok dan Desa Pompaniki.

Keberadaan wilayah adat ini diperkuat dengan adanya Kelembagaan Adat Kalotok.

Diatur dalam Perdes Bersama Desa Kalotok dan Desa Pompaniki Nomor 1 Tahun 2014, tentang Pemberdayaan Pelestraian Pengembangan Adat Istiadat dan Lembaga Adat Kalotok.

Saat ini komunitas Kalotok mayoritas di kedua desa tersebut yang statusnya desa definitif.

Dalam perjalanan panjang kelembagaan Adat Kalotok, dibawah naungan Opu Lembang Rongkong yang berdomisili di Tarue, Wilayah Adat Kalotok pernah digabungkan dengan Wilayah Adat Siteba.

Akibat penggabungan tersebut, hubungan masyarakat Adat Kalotok dan masyarakat Adat Siteba terjalin dengan sangat baik.

Tidak hanya dalam hal kerjasama, juga dalam hal kekeluargaan, perasaan senasib dan sepenanggungan.

Hubungan keduanya yang begitu kuat sehingga dikenal komitmen di masyarakat bahwa "Kalotok adalah Ibu, dan Siteba adalah Bapak" atau dalam bahasa lokalnya masyarakat biasa menyebutnya "Indo Kalotok-Ambe Siteba".

Komitmen dan kebersamaan masyarakat Adat Kalotok dan Siteba betul-betul menjadi habitus hingga saat ini.

Hal tersebut dapat dilihat ketika ada persoalan ataupun kesalahpahaman antar remaja dari dua wilayah adat tersebut.

Maka "Kalotok adalah Ibu, dan Siteba adalah Bapak" masih menjadi jawaban dan solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

Komitmen ini menjadi mengingat atau perekat bagi masyarakat adat Siteba dan Kalotok.

Dalam berbagai proses selanjutnya hingga kemudian Kerajaan Luwu masuk dalam peralihan pemerintah Kolonial Belanda pada abad ke-20.

Wilayah adat Siteba secara administratif masuk di wilayah Walenrang sehingga ditetapkan Saluampak menjadi batas wilayah Kalotok dengan Walenrang.

Wilayah Adat Kalotok dahulu berbatasan di bagian utara dengan Wilayah Adat Buangin (sekarang meliputi Desa Dandang di Sungai Pong Lumbaja, dibagian timur berbatasan dengan Wilayah Adat Malangke (Lawewe, dulu pernah masuk wilayah Adat Kalotok-Pompaniki) namun sekarang masuk wilayah Baebunta.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved