Liga Inggris
Pandemi Covid-19, Manchester United Rugi Hingga Rp 500 M
Seperti halnya Manchester United, selama masa pandemi ada sekitar 11 pertandingan yang harus ditunda.
TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah klub di Liga Inggris mengalami kerugian yang tak sedikit selama masa pandemi Covid-19.
Seperti halnya Manchester United, selama masa pandemi ada sekitar 11 pertandingan yang harus ditunda.
Bahkan Manchester United mengalami kerugian sebesar 28 juta pounds (sekitar Rp 500 miliar) dan diperkirakan masih akan meningkat lagi ke depannya selama masa pandemi.
Kerugian tersebut disebabkan oleh beberapa hal, dan yang paling tersorot adalah soal hak siar dan juga pertandingan yang ditunda.
Untuk hak siar, Manchester United sudah kehilangan 20 juta pounds (sekitar Rp 400 miliar).
Seperti dilansir BolaSport.com dari BBC Sport, Manchester United harus mengembalikan pendapatan TV sebesar 20 juta pounds kepada penyiar meskipun Liga Inggris selesai.
Manchester United harus membayar sebesar itu karena dianggap telah mengubah tanggal dan waktu kick-off.
Sementara itu, pertandingan yang ditunda, termasuk laga Liga Europa dan Piala FA, bisa menimbulkan kerugian karena tidak adanya pemasukan dari sponsor dan jua tutupnya toko ritel di Stadion Old Trafford.
Sejauh ini Manchester United telah mengalami rugi sebesar 8 juta pounds (sekitar Rp 100 miliar) untuk tiga pertandingan yang mereka tunda pada pekan terakhir bulan Maret.
Padahal, sampai saat ini Manchester United telah menunda 11 pertandingan.
Dengan begitu, kerugian karena menunda pertandingan pun akan bertambah lagi.
Adapun kerugian terbesar karena penundaan pertandingan dihasilkan oleh pertandingan melawan Tottenham Hotspur yang harusnya dimainkan pada 15 Maret.
Disebutkan oleh sumber yang sama, dengan ditundanya pertandingan tersebut, Manchester United mengalami kerugian sebesar 4 juta pounds (sekitar Rp 71,9 miliar).
Mengetahui hal tersebut, Ed Woodward selaku CEO Manchester United hanya bisa berharap pandemi ini segera berakhir.
Meski begitu, Woodward yakin dengan semua yang telah dibangun, Manchester United bisa bangkit kembali dari keterpurukan finansial ini.
"Ini adalah masa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kita harus menyadari bahwa krisis ini tidak akan hilang dalam semalam," kata Woodward.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gelandang-manchester-united-juan-mata-2353030.jpg)