Update Corona Sulsel
Informasi Terbaru Corona di Sulsel 23 Mei 2020, Luwu Timur Melonjak Drastis, Aturan PSBB Gagal?
Berdasarkan data yang diupdate pada Jumat 22 Mei 2020, pukul 19.43 wita total angka kasus positif mencapai 1.206 orang
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNTIMURWIKI.COM- Penyebaran virus corona nampaknya masih terus terjadi di Sulawesi Selatan.
Hal tersebut dari terus bertambahnya jumlah kasus positif setiap harinya.
Kabar terbaru untuk perkembangan pasien positif corona atau covid-19 di Sulawesi Selatan, Sabtu (22/5/2020).
Dilansir dari https://covid19.sulselprov.go.id/, terlihat jumlah data angka kasus positif di Sulsel terkonfirmasi terus bertambah.
Berdasarkan data yang diupdate pada Jumat 22 Mei 2020, pukul 19.43 wita total angka kasus positif mencapai 1.206 orang
Sehari sebelumnya, pada Kamis (22/5/2020) tercatat 1135 pasien terkonfirmasi positif covid-19.
Sehingga penambahan kasus positif dalam kurun waktu 24 jam bertambah menjadi 71 kasus.
Angka tersebut melonjak drastis dari beberapa hari sebelumnya. Dimana menunjukkan angka terkonfirmasi di bawah 50 orang.
Meski angka positif terus bertambah, kabar baiknya terjadi penambahan jumlah kasus juga terdapat pada angka kesembuhan.
Dimana, total sembuh kini menjadi 417 orang, sedangkan sehark sebelumnya berjumlah 394 orang.
Sedangkan total kematian bertambah 3 orang. Sehingga total menjadi 63 kasus.
Untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) kini mencapai 4843 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 1537 orang.
Untuk kematian pada kasus pasien PDP kini berjumlah 136 orang.
Sementara itu data dari Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Muhammad Ichsan Mustari, hingga pukul 19.40 Wita, Jumat (22/5/2020) jumlah pasien positif Corona naik dari 1.140 pasien menjadi 1.212 pasien.
Artinya ada penambahan 72 pasien dibanding hari sebelumnya.
Dari 72 pasien positif Covid-19 di Sulsel, ada 21 pasien dari Makassar.
Lonjakan pasien positif juga terjadi di Luwu Timur yang mencapai 44 orang.
Sementara dari Kabupaten Enrekang bertambah dua orang.
"Terus di Gowa, Maros, Luwu, Parepare dan Sulawesi Tengah masing-masing satu pasien," kata Dokter Ichsan via video conference, Jumat malam.
Dengan melihat peningkatan kasus pasien positif Corona di Sulsel, inikah tanda aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB tak berhasil?
PSBB Makassar Berakhir
Dilansir dari Kompas.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi tak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakhir pada 21 Mei 2020.
“Pertimbangannya tidak melanjutkan PSBB karena kita telah melakukannya dua kali, dan itu merupakan bagian dari edukasi yang bagus kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Besok kita terbitkan Perwali baru pengganti Perwali PSBB,” ujar Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Yusran Yusuf kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).
Meski demikian, Yusran tetap menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) baru.
"Perwali pengganti PSBB tahap pertama dan kedua akan diterbitkan pada Jumat (22/5/2020)," tuturnya.
Dalam perwali tersebut, kata dia, tetap akan ada sanksi bagi pelanggar yang tak mengenakan masker di jalan.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar telah menggelar PSBB tahap pertama tanggal 24 April hingga 7 Mei 2020.
Selama PSBB berlangsung, seluruh petugas keamanan dan kesehatan diwajibkan berlaku santun kepada seluruh masyarakat.
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melontarkan permintaan itu setelah mengevaluasi penerapan PSBB yang sudah berlangsung di Makassar.
"Perpanjangan ini kita lakukan, tapi dengan catatan, pertama semua petugas yang ada di lapangan itu lebih santun, termasuk Satpol PP. Turun bukan untuk marah-marah, tetapi turun untuk melayani,” jelas Nurdin Abdullah.
Nurdin berharap, petugas yang turun ke lapangan untuk meluruskan kekeliruan masyarakat.
Petugas diperbolehkan menghukum masyarakat yang melanggar aturan, tapi tidak dengan perkataan kasar.
“Orang yang dihukum itu butuh sentuhan. Tapi saya berharap, PSBB diperlakukan, ekonomi masyarakat bisa bergerak,” harap Nurdin.
Pada PSBB tahap kedua, pihaknya lebih mengintensifkan rapid test massal.
“PSBB ini bukan lagi tutup jalan dan sebagainya. Tetapi lebih massif kepada seseorang yang terjangkit virus Covid-19. Terutama kita harus potong rantai penularan virus, di mana lokal transmisi ini betul-betul ditemukan orangnya,” kata Nurdin Abdullah.
Nurdin mengungkapkan, rapid test massal di tempat-tempat yang dianggap berpotensi penyebaran Covid-19 seperti pasar, ojol dan sebagainya.
“Apa yang kita fokus adalah daerah-daerah episentrum penularan. Yang kedua adalah kita akan menyisir pasar-pasar terutama penjual, ojol dan sebagainya. Tadi kita sudah putuskan, kebetulan kita punya rapid test cukup besar, makanya melakukan rapid test kepada seluruh masyarakat secara massif dan kita berharap satu hari bisa selesai,” jelasnya.
Distribusi Pasien Positif Corona di Sulsel, Jumat (22/5/2020) - versi Kadiskes Sulsel:
1. Makassar 627 pasien
2. Gowa 97 pasien
3. Maros 59 pasien
4. Luwu Timur 93 pasien
5. Luwu Utara 40 pasien
6. Sidrap 29 pasien
7. Parepare 29 pasien
8. Luwu 22 pasien
9. Pangkep 19 pasien
10. Sinjai 15 pasien
11. Bone 13 pasien
12. Bulukumba 10 pasien
13. Soppeng 9 pasien
14. Barru 9 pasien
15. Takalar 7 pasien
16. Enrekang 8 pasien
17. Jeneponto 6 pasien
18. Pinrang 6 pasien
19. Tana Toraja 3 pasien
20. Palopo 3 pasien
21. Selayar 2 pasien
22. Wajo 1 pasien
23. Bantaeng 1 pasien
24. KM Lambelu 92 pasien
25. Luar Sulsel: 12 pasien
Jumlah: 1.212 pasien.
(Tribun Timur/Kompas.com)