Pukul 00.00 Wita Malam Ini Pj Wali Kota Umumkan Protokol Kesehatan

Karena masuk dalam 11 sektor yang dikecualikan dibuka, namun karena mereka tidak melakukan protokol itu jadi ditutup.

Saldy Irawan/Tribun Timur
Kadis Kominfo Makassar Ismail Hajiali 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Makassar Ismail Hajiali menjelaskan, hasil rapat dengan Pj Wali Kota bersama Gugus Tugas dan OPD terkait, Jumat (22/5/2020) sore, bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) II berakhir.

"Akan ada Perwali (Peraturan Wali Kota) menggantikan Perwali tentang PSBB. Perwali tersebut terkait pelaksanaan protokol kesehatan, yang akan diumumkan Pj Wali Kota Makassar pukul 00.00 Wita (Sabtu, 23/5/2020) nanti," ujar Ismail via video conference, Jumat malam.

Terkait Perwali tersebut, Ismail memberikan bayangan.

"Saya tidak mendahului Pj Wali Kota yah, bayangannya seperti ini. Perwali ini memberi kepastian kepada masyarakat, untuk pengelolaan usaha atau tempat ibadah. Yah masyarakatlah kalau melakukan aktivitas tetap memperhatikan hal-hal yang diatur," ujarnya.

Ia menegaskan, bila dilihat dalam aturan PSBB sudah ada dalam pengaturan itu juga.

"Namun ini lebih tegas lagi, karena kita tidak lagi dalam konteks pelaksanaan PSBB. Tapi ini memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa ada legalistasnya, ada dasarnya dan ada aturan yang dibuat," ujarnya.

Ia mencontohkan, salah satu usaha diberikan rekomendasi untuk membuka tokonya. Karena masuk dalam 11 sektor yang dikecualikan dibuka, namun karena mereka tidak melakukan protokol itu jadi ditutup.

"Walaupun dalam pelaksanaan pengawasan dari pelaksanaan protokol kesehatan. Kalau tokonya didapati ada karyawan atau pengelolanya terjangkit Covid-19, maka itu ditutup sementara, 14 hari kalau sesuai dengan masa inkubasi. Itu salah satu wujud yang akan diatur," katanya.

Menurutnya, masih banyak hal-hal lain yang akan diatur. Jadi betul-betul di sini yang bertanggung jawab nanti kalau dia sebuah usaha adalah pengelolanya.

"Sehingga mereka wajib menyiapkan tempat cuci tangan. Pengunjungnya menggunakan masker, dan paling penting tempatnya 10 orang sudah padat di dalam sudah tida bisa lagi melaksanakan physical distancing tapi dia tidak bisa kendalikan. Itu bisa kena apalah nanti Pj Wali Kota jelaskan," ujarny.

Lalu siapa mengawasi?

"Bisa pengamanan (sekuriti) menjaga, pihak puskesmas terdekat mengawasi," ujarnya.

"Tidak kalah penting, mereka rutin menjaga tempatnya dengan penyemprotan disinfektan. Tidak hanya tempat usaha yang dijaga, pengunjung juga dengan penggunaan pengukur suhu tubuh," jelas lelaki berkacamata itu menambahkan.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved