Penjual Jalangkote
Firman, Bocah Yatim Penjual Jalangkote di Maros Terima Bantuan Sembako Wagub
Kini muncul Firman, pemuda asal Maros yang kesehariannya juga menjual jalangkote.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah kisah bocah penjual jalangkote, Rizal asal Kabupaten Pangkep viral gara-gara perundungan (bullying) oleh beberapa pemuda di daerahnya.
Kini muncul Firman, pemuda asal Maros yang kesehariannya juga menjual jalangkote.
Firman juga membantu ibunya, Nurlina mencari nafkah. Ayahnya sudah meninggal dunia. Firman merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara.
Dari delapan bersaudara, hanya Firman yang bersekolah. Itupun tidak tamat atau putus sekolah.
Kesehariannya berjualan jalangkote keliling dengan berjalan kaki. Yang dibuat oleh ibunya.
Mendengar kisah Firman, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengutus tim khususnya mendatangi kediaman Firman, di Jalan Inspeksi Saluran, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.
Keluarga Firman pun merasa kaget tiba-tiba adanya kunjungan dari utusan Wagub Sulsel. Yang turut membawa bantuan berupa bahan pokok.
Firman pun mengaku bersyukur mendapat bantuan sembako dari orang nomor dua di Sulsel itu.
"Terima kasih bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan atas bantuannya," ujar Firman.
Ibunya, Nurlina menceritakan, jika sejak suaminya meninggal, Firman ikut membantu mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari.
Terkadang Firman membawa adiknya berjualan jalangkote keliling.
Terpisah, Wagub Sulsel, Andi Sudirman mengatakan salut atas pengabdian Firman kepada orangtuanya.
"Anak ini adalah tulang punggung keluarga, mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban di tengah pandemi Covid-19 ini," tuturnya.
Pria yang akrab disapa Andalan ini pun turut prihatin dengab kondisi keluarganya yang tidak bersekolah.
Ia pun akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maros untuk membantu keluarga Firman. Terlebih dalam hal pendidikan. Apalagi diketahui, Andi Sudirman dikenal aktif memperjuangkan hak-hak dan kebutuhan bagi anak-anak.
"Kami berharap Pemda setempat bisa memfasilitasi untuk bersekolah. Kami akan koordinasikan internal," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/firman-bocah-yati2.jpg)