Tribun Majene
Dua Kelompok Warga di Majene Terlibat Perkelahian, Sejumlah Luka-luka dan Dilarikan Rumah Sakit
Terjadi perkelahian antar dua kelompok warga di Lingkungan Cilallang, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene
Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -Telah terjadi perkelahian antar dua kelompok warga di Lingkungan Cilallang, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulbar, Kamis (21/5/2020) sekitar Pukul 16.20 Wita.
Akibatnya, dari dua kelompok warga tersebut banyak mengalami luka-luka akibat tusukan senjata tajam dan benda tumpul, dan langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Majene.
Mereka yang dilarikan ke rumah sakit, diantaranya, Fuad (20) alami luka robek pada bagian siku sebelah kiri akibat senjata tajam, Sultan (27) luka robek di bagian tangan sebelah kiri akibat senjata tajam.
Mahmud (24) luka robek pada bagian dahi dan betis sebelah kiri akibat senjata tajam, Ashar (27) luka robek pada bagian kepala dan luka robek pada lengan sebelah kiri akibat senjata tajam.
Hasbi (45) luka robek pada bagian kepala akibat senjata tajam, Sahrul (20) luka robek pada bagian kepala akibat senjata tajam.
Adapun ditetapkan sebagai korban yakni Hasbi (45), Ashary (27). Keduanya saat ini juga menjalani perawatan di RSUD Majene akibat luka-luka yang diderita.
Sementara Ary (27) sebagai pelapor juga alami luka memar bagian dada kiri.
Kasat Reskrim Polres Majene AKP Jamaluddin dikonfirmasi via telepon mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah mengamankan dua terlapor yakni Ilham (20) dan Radi (20).
"Terlapor lainnya sedang menjalani perawat di RSUD Majene, akibat luka-luka yang diderita,"kata AKP Jamaluddin via whatsapp, Jumat (22/5/2020).
AKP Jamaluddin mengungkapkan, penyebab perkelahian berawal pada tanggal 18 Mei 2020.
Pada saat itu, lelaki bernama Ishak yang merupakan keluarga dari korban Hasbi dan Ashary, mengendarai motor dengan suara knalpot keras melintas depan rumah Ilham dan Rady yang saat ini ditahan.
"Ishak ini diberhentikan dan digertak oleh pihak pelaku, sambil katakan kalau marah panggil saja semua keluargamu datang kesini saya tidak takut,"jelasnya.
Beberapa saat setelah kejadian, Hasbi dan Ashary mendatangi lokasi kejadian membawa parang, ia mencari para palaku namun tidak menemukan, dia hanya memarangi pintu rumah bagian depan lalu kembali.
Namun pada Kamis 21 Mei 2020, sekitar jam 16.00 Wita masalah tersebut pecah, pihak keluarga Ilham yang baru pulang dari melaut marah mendengar bahwa pernah didatangi pihak keluarga Hasby cs. yang tidak tahu bahwa persoalan tersebut sudah didamaikan.
Akhir pihak keluarga Radi, Ilham, Fuad, Hamsah mendatangi kembali pihak keluarga Hasbi, mereka datang sekitar 10 orang mendatangi rumah Ashar dan langsung melakukan pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam dan benda tumpul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/korban-perkelahian-di-majene-kamis-2152020.jpg)