PT Pertamina

Aksi Sigap Pertamina Tanggulangi Tumpahan Minyak di Pesisir Pantai Makassar

Tim gabungan yang terdiri dari fungsi Health Safety Security Environment (HSSE), Marine VII dan Supply dan Distribution VII

Aksi Sigap Pertamina Tanggulangi Tumpahan Minyak di Pesisir Pantai Makassar - pt-pertamina-persero-melalui-marketing7.jpg
Abdiwan/Tribun Timur
PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII bergerak cepat dalam upaya menanggulangi tumpahan minyak yang terjadi di pesisir Pantai Makassar.
Aksi Sigap Pertamina Tanggulangi Tumpahan Minyak di Pesisir Pantai Makassar - pt-pertamina-persero-melalu78.jpg
Abdiwan/Tribun Timur
PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII bergerak cepat dalam upaya menanggulangi tumpahan minyak yang terjadi di pesisir Pantai Makassar.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII bergerak cepat dalam upaya menanggulangi tumpahan minyak yang terjadi di pesisir Pantai Makassar.

Tim gabungan yang terdiri dari fungsi Health Safety Security Environment (HSSE), Marine VII dan Supply dan Distribution VII melakukan aksi sigap mencegah penyebaran minyak lebih luas lagi.

Dilaporkan bahwa, kejadian terjadi saat start bunker produk Low Sulfur Fuel Oil (LSFO) ke Liquid Petroleum Gas Carrier (LPGC) Arimbi di dermaga dua Integrated Terminal (IT) Makassar pada Rabu (20/5/2020) lalu.

Dugaan awal, terjadinya kebocoran bahan bakar yang biasa digunakan untuk mesin kapal ini berasal dari flange to flange jalur pipa bunker. Dimana, secara lokasi tidak terlihat oleh kasat mata lantaran posisinya tertutup plat sehingga bocoran minyak melebar ke arah bibir pantai.

Saat diketahui terjadinya kebocoran, operasi langsung dihentikan dan dilakukan penanganan tumpahan.

Tim penanggulangan tumpahan Integrated Terminal Makassar, segera melakukan perbaikan dan pemasangan oil boom di area tumpahan untuk mengurung minyak agar tidak menyebar luas.

Meski sudah terpasang oil boom tetapi masih ada yang lolos.

Minyak yang lolos itu kemudian segera ditanggulangi dengan menggunakan Absorbent Pad dan Dispersant.

Demikian dituturkan secara detail Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan.

Ia pun menjelaskan, penanggulangan kebocoran minyak ini telah ditanggulangi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di Pertamina.

“Kami telah melakukan upaya terbaik agar tumpahan minyak tidak meluas dan dampak yang ditimbulkan bisa seminim mungkin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hatim mengatakan, sampai dengan Jumat pagi (21/5/2020), area tumpahan minyak sudah tidak terlihat lagi dan hanya menyisakan sedikit film minyak di daerah dermaga.

“Minyak yang tumpah diperkirakan sebanyak 11 liter berjenis LSFO. Faktor arus laut yang agak tinggi serta karakter minyak dengan kekentalan (viskositas) tinggi, memang sempat membuat penyebaran menjadi lebih luas,” lanjutnya.

Meski sebagian besar tumpahan minyak sudah tidak nampak, menurut Hatim, hingga saat ini pihaknya masih terus berupaya mencari dan membersihkan sisa-sisa tumpahan minyak yang masih ada.

“Koordinasi yang baik terhadap pihak-pihak yang berkepentingan juga terus dibangun sebagai bagian dari upaya penanggulangan tumpahan minyak ini,” tutup

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved