Metro School
Tali Kasih Metro School, Berbagi dengan Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19
Program ini berupa pembagian sembako yakni beras, telur, minyak , gula pasir dan mie instan kepada masyarakat sekitar sekolah.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM - Metro School, sekolah jenjang PAUD, SD, SMP & SMA Jl Gunung Latimojong No 129 melaksanakan Program Tali Kasih, Rabu (20/5/2020).
Program ini berupa pembagian sembako yakni beras, telur, minyak , gula pasir dan mie instan kepada masyarakat sekitar sekolah.
Masyarakat ini telah didata dan diberikan kupon sembako langsung beberapa hari sebelumnya oleh tim Metro School untuk memastikan sembako yang akan dibagikan tersebut tepat sasaran.
Dalam pembagian sembako ini telah disiapkan 200 paket sembako bagi Kepala Keluarga (KK) yang juga pekerja sektor informal seperti tukang ojek, tukang bentor, tukang parkir dan kuli bangunan dan terdampak wabah Covid-19.
Program Tali Kasih ini telah menjadi agenda rutin Metro School setiap tahun sejak berdiri ditahun 2003.
Meskipun tahun ini dilaksanakan berbeda tanpa siswa yang biasanya terjun langsung membagikan paket sembako setiap tahunnya namun dikarenakan kewaspadaan penularan Covid-19.
Ketua Yasasan Citra Wahana Pelangi Ibu Anny Santosa mengatakan Metro School tetap berkomitmen melaksanakan agenda tahunan ini terlebih ditengah wabah pandemi global.
Tentu semakin terasa berat bagi masyarakat menengah kebawah dalam menghadapi wabah yang belum juga berujung.
“Alhamdulilah, proses pembagian sembako berjalan tertib dan aman,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Timur.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa prosedur pembagian 200 paket sembako ini sangat diperhitungkan matang – matang dengan memperhatikan prosedur pencegahan covid-19.
“Kami mewajibkan penerima sembako untuk datang dengan menggunakan masker, pemeriksaan suhu tubuh, membagi kupon dalam 3 gelombang pada jam tertentu agar tidak bertumpuk dan menimbulkan kerumunan, antri dengan jarak 1,5 meter, menggunakan hand sanitizer saat mengambil sembakonya,” katanya.
Proses memasukkan sembako dilakukan sendiri oleh penerima sembako yang telah disiapkan panitia sehingga tidak ada kontak fisik antara penerima dan panitia Program Tali Kasih.
“Syukur karena masyarakat koperatif dan patuh dengan protokol yang kami sampaikan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa panitia yang bertugas melakukan standar pengamanan diri dengan melakukan pengecekan suhu tubuh, menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan face shield sebelum memantau proses pengambilan sembako di meja yang telah disiapkan.
Hadir pula Kepala Sekolah SMP dan SMA Metro School Junaid Kalu Baco yang memantau dan memastikan semua prosedur dijalankan dengan tertib.