Renungan
Terjawab Sudah
Ditulis Rahim Mayau, Sekretaris PW Parmusi Sulawesi Selatan dan SDM Yayasan Pendidikan Al Insyirah Makassar.
Oleh: Rahim Mayau
( Sekretaris PW Parmusi Sulawesi Selatan dan SDM Yayasan Pendidikan Al Insyirah Makassar)
Pada dua puluh satu Ramadhan, ustaz mengisi daurah da’i dalam jaringan (daring).
Ia di daulat dengan tiba-tiba oleh host daurah untuk menggantikan jadwal Pak Kiyai yang tidak sempat diisi.
Oleh host, ustaz diminta bicara tentang Dakwah Partisipatif.
Dalam hal ini pengalaman ustaz memprakarsai dakwah dalam lorong yang telah berlangsung kurang lebih dua tahun.
• Berapa Jumlah Zakat Fitrah? Ini Besaran Zakat Fitrah dengan Beras dan Uang,Lengkap Niat Zakat Fitrah
Sehari sebelum mengisi daurah online, tepatnya malam ke-21 Ramadhan, ustaz tertidur sejenak dan bermimpi bertemu Pak Kiyai.
Sosok yang selama ini memotivasi dan telah menginspirasi dakwah partisipatif yang ustaz jalankan.
Mimpi dengan orang yang selama ini menginspirasi dan memotivasinya, tentulah peluang terjadinya sangat besar.
Namun karena kejadiannya malam ke-21 Ramadhan, maka ia bertanya -tanya pada diri sendiri tentang takwil mimpinya dan menceritakan kepada istrinya.
Mimpi bersama sosok yang pernah mengatakan ,” Jika tidak ada dakwah di satu tempat, maka sesungguhnya di situ tidak ada kehidupan.”
Kalimat yang kemudian semakin memastikan langkah ustaz untuk menggerakkan dakwah partisipatif di dalam lorong.
Mimpi yang kemudian takwilnya terjawab sudah yakni menggantikan Pak Kiyai.
• Ini Niat Zakat Fitrah pada Ramadhan 1441 H, untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Takaran Serta Penerima?
Mimpi yang takwilnya menjelma dalam bentuk pemaparan dakwah partisipatif yang termotivasi oleh Pak Kiyai.
Cerita sang ustaz di atas, seharusnya diprasangkai baik. Pertama sebagai ru’ya shalihah hasanah, mimpi yang baik.
Imam Malik memesankan,” Hanya mimpi-mimpi yang baik saja yang patut untuk diceritakan. Hal ini berdalil dengan hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik-baik saja atau diam." (HR Bukhari Muslim).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pimpinan-pesantren-lorong-raudhah-rahim-mayau.jpg)