Kiper Manchester United
Perbandingan 3 Kiper Manchester United di Masanya, Schmeichel, Van der Sar & De Gea, Siapa Terbaik?
Schmeichel, Van Der Sar, Dan De Gea, Siapa Yang Terbaik? Memilih satu dari ketiga nama tersebut untuk menyandang status terbaik terasa sangat sulit.
TRIBUN-TIMUR.COM - Klub Liga Inggris Manchester United punya banyak kiper legendaris.
Ada tiga kiper dalam sejarah Manchester United yang dikenal kehebatannya yakni, David de Gea, Edwin van der Sar, dan Peter Schmeichel.
• Runner-Up di PSM, Juara di Persija, Tapi Jadi Pelatih Gagal Bersinar, Begini Kisah Luciano Leandro?
• Terdampak Corona, Ibnu Jamil Alih Profesi Jualan Mi Ayam, karena Pekerjaan Dibatalkan dan Ditunda
Bahkan Peter Schmeichel, Edwin van der Sar, hingga kini David de Gea menjadi bagian dari para kiper legendaris Manchester United.
Lantas dari ketiga kiper tersebut, kira-kira siapa yang paling hebat?
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mencoba menjawab pertanyaan ini.
Solskjaer pernah bermain bersama Schmeichel dan Van der Sar, sedangkan saat ini melatih De Gea.
Hal itu menilik prestasi pencapaian secara pribadi dan juga secara tim.
• Langgar Lockdown Virus Corona, Pria AS Tewas Saat Berselancar Dimakan Ikan Hiu, Begini Kronologisnya
• Meski Indonesia Dilanda Wabah Corona, FIFA Minta PSSI Tetap Benahi 6 Stadion untuk Piala Dunia U-20
Memilih satu dari ketiga nama tersebut untuk menyandang status terbaik terasa sangat sulit.
Akan ada perdebatan dikarenakan mereka memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.
Pilihan memang boleh berbeda, tapi tidak bisa dibantah kalau mereka semua layak berada dalam buku sejarah Manchester United.
Artikel ini telah tayang di BOLASPORT.COM dengan Judul "Siapa Lebih Hebat Antara De Gea, Van der Sar, dan Peter Schmeichel?"
1. Prestasi Individu De Gea
David de Gea
Soal siapa yang terbaik, Ole Gunnar Solskjaer mencoba menjawab hal tersebut.
"Sulit untuk membandingkan mereka, tetapi Van der Sar dan Schmeichel belum pernah memenangi gelar pemain terbaik," ujar Solskjaer dilansir BolaSport.com dari media Inggris, Manchester Evening News.
"De Gea membuat kami memenangi banyak poin sepanjang ia disini dan saya akan berkata bahwa dia kiper terbaik di dunia."
"Schmeichel dan Van der Sar juga kiper terbaik dunia di jaman mereka," tutur pria asal Norwegia tersebut.
De Gea memang pernah tiga kali menjadi pemain terbaik Manchester United pilihan para rekannya di Setan Merah sejak bergabung pada 2011 lalu.
Kiper asal Spanyol itu memenangi gelar Manchester United Players' Player of the Year pada musim 2013–14, 2014–15, 2017–18.
Ia juga empat kali memenangi Sir Matt Busby Player of the Year yang merupakan pemain terbaik pilihan fans pada 2013–14, 2014–15, 2015–16, 2017–18.
2. Prestasi Schmeichel dan van der Sar
Peter Schmeichel dan Kasper Schmeichel
Sedangkan Peter Schmeichel yang membela Manchester United pada 1991 hinggga 1999 tak pernah memenangi penghargaan serupa.
Tetapi yang unik, Schmeichel justru pernah jadi pemain terbaik Premier League musim 1995-1996.
Pada penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year tahun itu, Schmeichel justru kalah dari Eric Cantona.
Sedangkan nama terakhir, Edwin van der Sar, membela Setan Merah pada 2005 hingga 2011 yang juga tak pernah memenangi penghargaan tahunan Manchester United.
Soal De Gea yang menjadi penjaga gawang Manchester United saat ini, Solskjaer mengaku bahagia.
"Saya sangat bahagia dengan De Gea dengan sikapnya yang fantastis. Dia sangat rendah hati dan percaya diri," ujar Solskjaer.
3. Pujian Solskjaer
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.
Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer, mengaku sulit memilih siapa terbaik.
Solskjaer pernah bermain bersama Schmeichel dan Van der Sar, sedangkan saat ini melatih De Gea.
“Sepanjang sejarahnya, kami punya kiper-kiper terbaik dan saya pikir dia bersaing dengan nama-nama hebat klub ini seperti Edwin Van Der Sar dan Peter Schmeichel untuk menjadi yang terhebat sepanjang sejarah,” kata Solskjaer.
Sebagaimana dikutip dari Setanmerah.net, kiper MU David De Gea sempat menjadi pusat pemberitaan saat membuat 11 penyelamatan vs Tottenham Hotspur awal 2019.
Pujian demi pujian diberikan kepada sosok yang musim 2018 lalu didaulat sebagai penjaga gawang terbaik Premier League.
Menarik memang mendengar kutipan dari pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer.
Lantas, apakah David De Gea pantas disebut sebagai yang terbaik bersama kedua penjaga gawang hebat sepanjang sejarah klub tersebut?
Solskjaer tetap sulit membandingkan ketiga penjaga gawang tersebut dari beberapa aspek yang berbeda.
4. Catatan Clean Sheet
David De Gea vs Van Der Sar vs Peter Schmeichel
Jika memperhatikan total Clean Sheet (Nirbobol) yang dibuat tiga penjaga gawang ini di Premier League?
Maka Peter Schmeichel akan menjadi yang terbaik karena mencatat 112 kali nirbobol.
Akan tetapi, jika menghitung rata-rata, maka Van Der Sar jauh lebih hebat dibanding keduanya.
90 clean sheet yang dibuat Van Der Sar dibuat hanya dalam 186 pertandingan saja (48,4 %).
Atau dengan kata lain, setengah laga Van Der Sar selalu diakhiri dengan tidak kebobolan.
Pada musim 2008/2009, Van Der Sar tidak kebobolan selama 1.311 menit dan menjadi rekor Premier League.
Hal ini tidak lain karena keberadaan Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic yang juga membantu kinerja Van Der Sar menjadi lebih mudah.
Sementara David De Gea mencatat 97 nirbobol dari 259 pertandingan.
Angka ini cukup bagus untuk seorang penjaga gawang dalam sebuah tim yang memiliki masalah pelik di lini pertahanan. (*)
5. Gaya Distribusikan Bola
Peter Schmeichel vs Van Der Sar vs David De Gea
Jika melihat dari gaya saat menghentikan bola, ketiga pemain ini sebenarnya memiliki ciri khas yang berbeda-beda.
Peter Schmeichel biasanya menerjang lawan atau mempersempit ruang tembak dengan menggunakan besarnya badan Schmeichel.
Van Der Sar dikenal sebagai kiper yang elastis. Panjangnya jangkauan tangan Van Der Sar membuat dia terlihat seperti karet yang direnggangkan.
Sementara De Gea lebih dikenal karena kakinya yang cekatan.
Jika membahas masalah distribusi bola, hal ini memiliki keterkaitan dengan perkembangan permainan ini.
Entah itu dari segi taktik atau peraturan. Schmeichel misalnya, ia datang saat back pass sudah dilarang di seluruh Eropa.
Meski pandai menggunakan bola di kaki, namun atribut terbesar seorang Schmeichel adalah lemparan bolanya yang kencang seperti rudal.
Beberapa kali, proses serangan balik United yang berujung dengan gol diawali dari lemparan jauh Schmeichel.
Van Der Sar tidak punya jangkauan lemparan seperti Schmeichel. Tapi ia adalah distributor bola yang baik menggunakan kakinya.
Proses gol Wayne Rooney saat melawan Aston Villa pada 2011 berasal dari sepakan jarak jauh Van Der Sar.
Sama seperti Van Der Sar, De Gea juga pandai menggunakan kakinya. Akan tetapi, akurasinya pada musim ini masih kalah jika dibandingkan dengan Ederson Moraes.
6. Torehan Trofi 3 Kiper
David De Gea vs Van Der Sar vs Peter Schmeichel
Sejauh ini, Peter Schmeichel dan David De Gea adalah penjaga gawang terlama yang membela United (delapan musim) dibandingkan Van Der Sar (enam musim).
De Gea bahkan bisa melebihi kedua pemain tersebut apabila musim-musim ke depan ia masih berada di Teater Impian.
Meski De Gea berpeluang unggul dalam hal masa bakti, namun untuk urusan trofi, ia masih kalah dari seniornya.
Peter Schmeichel menjadi yang terbanyak dengan lima gelar Premier League, tiga Piala FA, satu Piala Liga, satu Liga Champions, dan satu Piala Super Eropa dalam kurun delapan musim.
United yang sebelumnya 26 tahun tidak bisa menjadi juara Inggris, dan 31 tahun menjuarai Liga Champions, berhasil mengubah peruntungan mereka berkat sosok Schmeichel di bawah mistar.
Kedatangan Van Der Sar pada 2005 tidak hanya memupus masalah penjaga gawang setelah era Schmeichel, namun juga soal raihan gelar.
Bersama Edwin, United mematahkan dominasi Chelsea dan kembali memenangi Liga Champions.
Ia bahkan melengkapinya dengan titel Piala Dunia antar Klub. Hanya Piala FA, trofi mayor yang luput dari jangkauan Edwin.
Sementara itu, De Gea datang dengan kondisi yang cukup sulit. Sir Alex pensiun, dan struktur kepelatihan yang berubah-ubah mempengaruhi penampilan timnya.
Akan tetapi, De Gea menunjukkan kalau dia adalah pemain yang paling konsisten di klub dengan empat kali raihan pemain terbaik klub. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/peter-schmeichel-edwin-van-der-sar-dan-david-de-gea-siapa-yang-terbaik.jpg)