RUU Pendidikan

Hasnah Syam Menangkan RUU Pendidikan Kedokteran di Rapat Baleg

RUU tersebut selanjutnya akan dibawa dalam Rapat Paripurna untuk dilanjutkan pembahasannya ke tingkat I RUU Rapat Pleno Baleg

hasan/tribun-timur.com
drg. Hasnah Syam 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan Kedokteran yang diusulkan oleh Anggota DPR Komisi IX Fraksi Nasdem, drg. Hasnah Syam, MARS disahkan di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Senin (11/5/2020).

RUU tersebut selanjutnya akan dibawa dalam Rapat Paripurna untuk dilanjutkan pembahasannya ke tingkat I RUU Rapat Pleno Baleg secara fisik dan virtual

"Alhamdulillah RUU yang kami rancang bersama Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, dan organisasi pendidikan dokter dan dokter gigi lainnya sudah disahkan di Baleg," tutur Hasnah dalam rilisan persnya.

Dalam rapat tersebut, sebanyak delapan fraksi memberikan persetujuannya melalui pandangan mini fraksi dengan berbagai catatan. Sementara, Fraksi Demokrat tidak memberikan pandangan fraksinya.

Adapun, substansi RUU tentang Pendidikan Kedokteran yang mengemuka dalam pengharmonisasian, pembulatan dan pemantapan konsepsi yang disepakati dalam rapat Pleno Baleg bersama pengusul dari Fraksi NasDem.

Antara lain: Perbaikan judul RUU dari Sistem Pendidikan Kedokteran menjadi RUU Pendidikan Kedokteran.

Selanjutnya, Pendidikan Kedokteran merupakan subsistem dari sistem Pendidikan Nasional yang tidak terpisah dengan Sistem Kesehatan Nasional dan Sistem Ketahanan Nasional.

Dalam pandangannya, drg. Hasnah Syam mengatakan secara substansi RUU Pendidikan Kedokteran memuat seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan kedokteran di Indonesia yang menurutnya masih bermasalah.

"Covid-19 ini memberitahu kita bahwa ada masalah di ketersediaan dokter. Tentu ini ada masalah, utamanya di hilir, yaitu pendidikan dokter," tutur Hasnah.

Untuk itu menurutnya, RUU ini akan memberikan perbaikan untuk sistem kesehatan kedepannya. Utamanya dalam proses pencetakan dokter.

"Saya membayangkan dengan RUU ini tiada lagi kekurangan tenaga dokter di pedalaman, tiada lagi masyarakat yang mengeluh tiada dokter di PKM, dan utamanya pendidikan dokter ini menciptakan dokter yang berorientasi untuk kemaslahatan masyarakat," tutupnya.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved