Update Corona Indonesia
Update Corona Indonesia 2 Mei 2020, Ada 547 Pasien di Sulsel, Makassar Bisa Jadi Episentrum Covid-19
Untuk wilayah provinsi Sulawesi Selatan, jumlah kasus pasien positif Corona juga meningkat.
Sementara di Kota Makassar, terjadi 367 kasus positif Covid-19.
Dari ketiga kota yang disebut bisa menjadi episentrum baru Virus Corona di Indonesia, Surabaya dan Makassar sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ).
Apa respon para kepala daerah?
Jadi Peringatan buat Makassar
Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menilai pernyataan pemerintah pusat menjadi peringatan agar wilayahnya tidak menjadi episentrum baru.
Untuk mencegahnya, Pemkot Makassar telah menerapkan PSBB dan diklaim sudah berdampak dalam penanganan Virus Corona.
"Laju pertumbuhan Covid-19 mengalami penurunan hingga 1 persen. Sebelum diterapkan PSBB, laju peningkatannya mencapai 2,5 persen,” kata Iqbal Suhaeb ketika dikonfirmasi, Kamis (30/4/2020).
Tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan pembatasan sosial pun diklaim meningkat 80 persen.

Misalnya terkait shalat berjamaah yang tadinya ada ratusan masjid yang tidak patuh, kini hanya ada puluhan.
“Kalau masjid dalam kompleks tidak masalah dan mudah dilakukan tracing jika ada suatu masalah. Yang berbahaya masjid pinggir jalan. Karena tidak diketahui apakah dia sehat atau tidak, kemudian bergabung dengan jemaah yang sehat, kata mantan Kepala Satpol PP Pemprov Sulsel itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan, kasus di daerahnya tinggi karena merupakan pintu gerbang di Indonesia Timur.
Yang awalnya hanya kasus impor, kini penularan Covid-19 sudah dalam fase transmisi lokal.
"Dari kasus yang ada yang kita lakukan tracing ternyata sudah ada penularan antar orang dengan orang Makassar sendiri," ujar Naisyah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/4/2020).
Menurutnya, pemerintah telah berupaya membuat regulasi-regulasi.
Jika ingin Virus Corona segera berakhir, masyarakat harus patuh dengan aturan yang ada.