Breaking News:

Penangguhan Kredit Legislator dan ASN

ACC Nilai Penangguhan Kredit Bagi Anggota Dewan Tidak Etis

Permintaan penangguhan kredit itupun mendapat sorotan dari Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasriyani Latif
ist
Peneliti ACC Sulawesi, Angga Reksa 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di beberapa daerah di Sulawesi Selatan meminta penangguhan cicilan atau kredit di bank dengan alasan mereka ikut terdampak secara ekonomi oleh mewabahnya Covid-19.

Permintaan penangguhan kredit itupun mendapat sorotan publik. Salah satunya datang dari Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi.

"Saya kira itu tidak etis yah, pinjaman atau kredit itu kan personal/pribadi, tidak terkait tugas/jabatannya sebagai anggota dewan," kata Peneliti ACC Sulawesi, Angga Reksa, Selasa (28/4/2020).

Angga sapaan penggiat anti korupsi mengaku seharusnya pemerintah daerah tidak menfasilitas mereka mengajukan atau bersurat ke Bank untuk mengajukan penangguhan cicilan.

"Seharusnya kepala daerah menolak usulan tersebut. Apalagi sejauh ini gaji dan tunjangan anggota DPRD tidak ada pemotongan, sehingga permintaan penangguhan kredit itu tidak berdasar," tegasnya.

Ia menilai ulah anggota dewan hal ini merupakan bentuk abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Apalagi disaat masyarakat saat susah seperti ini. "Aggota DPRD tersebut harusnya memiliki rasa empati dan tidak melakukan hal-hal yang dapat melukai perasaan publik. Ibaratnya mereka sedang menari-nari di atas penderitaan rakyat," ujarnya.

Sekedar informasi, ada empat kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluarkan surat kepada petinggi bank BUMN agar dapat memberikan penangguhan angsuran pinjaman bagi anggota DPRD dan ASN.

Penangguhan peminjaman dilakukan dengan alasan mereka ikut terdampak secara ekonomi oleh mewabahnya Virus Corona.

Keempatnya yakni Bupati Luwu Timur Muh Thorig Husler, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Bupati Bulukumba Muh Sukri A Sappewali, dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar.(*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved