Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Mamasa

Kisah Keluarga Paulus, Isolasi di Desa Satanetean, 4 Hari Kemudian Baru Dapat Bantuan Makanan

Setelah empat hari menjalani karantina mandiri, keluarga Paulus Genggong akhirnya dapat santunan dari berbagai pihak.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasriyani Latif
Semuel/Tribunmamasa.com
Keluarga Paulus bersama kepala desa dan Polsek Mamasa beserta Babinsa Desa Satanetean. 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Setelah empat hari menjalani karantina mandiri, keluarga Paulus Genggong akhirnya dapat santunan dari berbagai pihak.

Paulus merupakan warga Desa Satanetean, Kecamatan Sesenapadang (Sespa), Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Empat hari yang lalu, Paulus (38) bersama istri dan dua anaknya meninggalkan Makassar, Sulawesi Selatan karena terdampak Covid-19.

Paulus bekerja sebagai pedagang keliling, sementara istrinya bekerja di salah satu rumah makan.

Karena pandemi Covid-19, ia tidak lagi bekerja dan memilih pulang kampung.

"Kami memilih untuk pulang kampung karena sudah tidak bisa kerja, sementara kita tinggal di rumah kontrakan," ujar Paulus saat ditemui Tribunmamasa.com di gubuk sawah tempat ia menjalani karantina di Desa Satanetean, Sabtu (25/4/2020) sore.

Beberapa hari lalu, lanjut Paulus, setiba di Mamasa, ia berinisiatif melakukan karantina mandiri di Dusun Mongen, Desa Osango, Kecamatan Mamasa.

Di dusun itu, Paulus rencananya akan melakukan karantina di sebuah gubuk di sawah milik kerabat istrinya.

Namun kedatangannya ditolak oleh sejumlah warga setempat.

"Kami ditolak jadi saya telepon adik saya untuk jemput ke sini," lanjutnya.

Setelah menjalani karantina di gubuk sawah selama tiga hari di Desa Satanetean, ia tidak mendapat bantuan makanan dari pemerintah setempat maupun pemerintah kecamatan.

Lantaran sudah kesulitan mendapat kebutuhan makanan, adiknya bernama Zeth Genggong memposting kondisi yang dialaminya di grup facebook hingga viral.

Setelah viral, baru pemerintah setempat memberikan bantuan beras dan mie instan.

Kejadian ini dibenarkan Kepala Desa Satanetean, Soleman.

Menurutnya, sebelum akhirnya dikarantina di desanya, ia mengalami penolakan saat hendak melakukan karantina di Desa Osango.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved