UIM
Cerita Mahasiswa UIM, Kuliah Online di Kuburan
Cerita Mahasiswa UIM, Kuliah Online di Perkuburan. Sejak wabah Covid-19 merebak, ia memutuskan pulang ke kampung.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah menerapkan kuliah daring atau kuliah online.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19).
Tapi, belajar secara online tidak selamanya berjalan baik-baik saja.
Kuliah online menjadi kendala tersendiri bagi mahasiswa yang tinggal di daerah.
Apalagi daerah yang belum sepenuhnya dijangkau dengan jaringan internet.
Hal itu sama seperti yang dirasakan oleh Muh Nur Eko Syaputra.
Dia adalah mahasiswa Jurusan Administrasi Negara Fakultas Sosial Politik Universitas Islam Makassar (UIM).
Sejak wabah Covid-19 merebak, ia memutuskan pulang ke kampung halamannya, Kelurahan Tuana, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang.
Mahasiswa angkatan 2018 itu menceritakan bahwa jaringan di tempat tinggalnya tidak terlalu bagus.
Hanya operator telekomunikasi tertentu saja dengan koneksi internet yang lancar.
Namun, dia tidak bisa berbuat banyak. Sebab, harga kartu operator seluler dengan jaringan yang bagus di daerahnya cukup mahal.
Olehnya itu, dia harus menjalani kuliah online di tempat tertentu saja.
Salah satu tempat dengan jaringan yang bagus di daerah tempat tinggalnya adalah sebuah perkuburan.
Namanya adalah perkuburan Kani, Kelurahan Tuara.
Jarak perkuburan tersebut dari tempat tinggalnya adalah setengah kilometer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/muh-nur-eko-syaputra-mahasiswa-uim-kuliah-online-di-perkuburan.jpg)