Breaking News:

Luwu Raya Peduli

Buhari Kahar Muzakkar Minta Mahasiswa Asal Luwu Raya Tidak Mudik Lebaran & Atau Tidak Pulang Kampung

PB KKL Raya melalui wadah Luwu Raya Peduli menghimpun donasi dari sejumlah Wija to Luwu yang selanjutnya disalurkan kepada Mahasiswa asal Luwu Raya

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Ketua Umum KKL Raya Buhari Kahar Muzakkar menyerahkan bantuan paket sembako pada sejumlah mahasiswa asal Luwu Raya di Sekretariat KKL Raya, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (23/4//2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Kerukunan Luwu Raya, KKL Raya, Buhari Kahar Muzakkar, meminta kepada mahasiswa asal Luwu Raya agar yang sekarang masih berada di Makassar agar tidak meninggalkan Makassar.

“Lebih baik saya bilang ‘tidak tinggalkan Makassar’, karena sekarang sudah dibedakan Mudik dan pulang kampung. Atau sekalian saya minta mereka tidak Mudik Lebaran dan atau tidak pulang kampung,” jelas Buhari Kahar Muzakkar kepada Tribun-Timur.com di Makassar, Jumat (24/4/2020) malam.

Perkembangan kasus corona di Luwu Raya membuat Buhari Kahar Muzakkar prihatin. Update Corona Luwu Raya, Jumat (24/4/2020), dua Wija To Luwu dinyatakan positif. Mereka dari Luwu dan Luwu Utara (Lutra).

Catatan Tribun Timur, hingga malam ini sudah 4 Wija to Luwu dinyatakan positif Covid-19.

Harapan agar mahasiswa asal Luwu Raya di Makassar tidak Mudik dan atau tidak pulang kampung juga disampaikan Buhari Kahar Muzakkar saat menyerahkan bantuan paket Sembako pada sejumlah mahasiswa asal Luwu Raya di Sekretaris KKL Raya, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (23/4/2020).

Kepada Mahasiswa asal Luwu Raya, Buhari Kahar Muzakkar mengingatkan bahwa Makassar ini sudah jadi episentrum atau pusat penyebaran Virus Corona di Sulawesi Selatan, sehingga jika ada warga Makassar yang Mudik dan atau pulang kampung akan berpotensi sebagai carrier atau pembawa Covid-19 virus ke daerah.

“Apalagi pada kelompok umur yang muda seperti mahasiswa, sangat potensial jadi carrier walaupun pada diri yang bersangkutan bisa saja tidak muncul gejala penyakit karena mereka punya daya tahan tubuh yang kuat,” jelas Buhari Kahar Muzakkar.

Tapi penyampaian ini belum bisa diiyakan oleh mahasiwa asal Luwu Raya. Mereka menanggapi berat sekali untuk tinggal Lebaran di asrama atau pemondokan, karena selama ini mereka selalu berlebaran dengan orangtua di kampung. Tradisi mudik dan atau pulang kampung menjelang Lebaran Idul Fitri sudah sangat kuat pada Wija to Luwu.

“Akibat wabah Virus Corona ini situasi kehidupan masyarakat menjadi tidak normal seperti biasanya. Hubungan sosial manusia menjadi tidak normal karena kita harus saling menjaga, termasuk dengan keluarga yang terdekat,” kata Buhari Kahar Muzakkar.

Dengan semakin meningkatnya penyebaran wabah Virus Corona yang lebih dikenal dengan Covid-19, PB KKL Raya melalui wadah Luwu Raya Peduli menghimpun donasi dari sejumlah Wija to Luwu yang selanjutnya disalurkan kepada Mahasiswa asal Luwu Raya yang ada di Makassar yang terkena langsung dampak dari wabah virus tersebut.

Paket bantuan Luwu Raya Peduli berupa beras 5 kg, telur, mi instan, dan masker. Bantuan diserahkan kepada masing-masing mahasiwa, baik yang tinggal di asrama maupun di tempat pemondokan, yang jumlahnya sekarang masih ada 200 orang lebih tidak pulang kampung dan atau mudik.

Dalam acara penyerahan bantuan sembako tersebut, Buhari Kahar Muzakkar didampingi oleh Sekjen KKL Raya, Dr Talib Mustafa, Sekretaris Tim Luwu Raya Peduli Udhi Hamun, Erny Sain, dan Wulan Mangiwa.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved