Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sejarah Peringatan Hari Buku Sedunia, Diambil dari Hari Kematian Sastrawan Terbesar Dunia

Hari kematian William Shakespeare dijadikan sebagai hari buku sedunia oleh Unesco.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Istimewa
Sejarah Peringatan Hari Buku Sedunia, Diambil dari Hari Kematian Sastrawan Terbesar Dunia 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Tanggal 23 April merupakan hari yang menjadi sejarah bagi dunia.

Pasalnya, pada tanggal tersebut diperingati sebagai World Book Day atau Hari Buku Sedunia.

Namun ternyata pada hari tersebut tak hanya diperingati sebagai hari buku sedunia saja melainkan ada peringatan lain.

Berikut ini informasi mengenai sejarah World Book Day sekaligu hal yang melatarbelakaangi peringatan tersebut:

Gagasan Awal Mula

Melansir dari wikipedia,org Hari Buku Sedunia, adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk mempromosikan membaca, menerbitkan, dan hak cipta.

Hari Buku Dunia pertama kali dirayakan pada tanggal 23 April 1995.

Kemudian terus diperingati pada tanggal 23 April seterusnya.

Pemilihan tanggal

Pada tahun 1995 UNESCO memutuskan bahwa Hari Buku Dunia dan Hak Cipta akan dirayakan pada tanggal 23 April, karena tanggal tersebut juga merupakan hari peringatan kematian William Shakespeare dan Inca Garcilaso de la Vega, serta kelahiran atau kematian beberapa orang lainnya yang dikenal sebagai penulis terkemuka.

Dalam suatu kebetulan sejarah, Shakespeare dan Cervantes meninggal pada tanggal yang sama - 23 April 1616 - tetapi tidak pada hari yang sama, karena pada saat itu, Spanyol menggunakan kalender Gregorian dan Inggris menggunakan kalender Julian; Shakespeare sebenarnya mati 10 hari setelah Cervantes meninggal, pada 3 Mei di kalender Gregorian.

Siapa Shakespeare?

William Shakespeare adalah seorang penulis Inggris yang seringkali disebut orang sebagai salah satu sastrawan terbesar Inggris.

Ia menulis sekitar 38 sandiwara tragedi, komedi, sejarah, dan 154 sonata, dua puisi naratif, dan puisi-puisi yang lain.

Ia menulis antara tahun 1585 dan 1613 dan karyanya telah diterjemahkan di hampir semua bahasa hidup di dunia dan dipentaskan di panggung lebih daripada semua penulis sandiwara yang lain.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved