Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Bumi

Peringatan Hari Bumi, WALHI Sulsel Serukan 'Perang' Terhadap Kejahatan Lingkungan

WALHI daerah Sulawesi Selatan menyerukan untuk melawan dan memerangi praktik kejahatan lingkungan.

Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi Al Amin
Direktur Walhi Sulsel Al Amin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) daerah Sulawesi Selatan menyerukan untuk melawan dan memerangi praktik kejahatan lingkungan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin melalui rilis ysng diterima Tribun Timur, Kamis (23/4/2020), terkait peringatan hari bumi 2020.

Menurut Amin, saat ini praktek penghilangan hak-hak masyarakat atas lingkungan hidup kian meningkat di Sulawesi Selatan, dan hal itu selaras dengan banyaknya praktek kejahatan lingkungan hidup.

"Pada dasarnya praktek kejahatan lingkungan hidup di Sulsel sudah tinggi sejak tahun lalu bahkan sejak dua tahun lalu. Nah tahun ini, kejahatan tersebut bukannya berkurang namun semakin meningkat, baik jumlahnya maupun modusnya. Oleh karena itu hari bumi tahun ini harus menjadi momentum bagi kita semua terutama para penegak hukum untuk memerangi kejahatan tersebut,” ucapnya.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa pada dasarnya, faktor utama tingginya kejahatan lingkungan di Sulawesi Selatan adalah lemahnya inisiatif pemerintah dan penegak hukum dalam menjalankan penegakan hukum lingkungan hidup. Serta tebang pilih kasus.

Amin mencontohkan praktek kejahatan lingkungan yang terjadi di daerah luwu timur yakni luapan limbah dari area konsesi PT PUL serta aktivitas tambang pasir laut dan reklamasi yang dilakukan PT Boskalis tanpa konsultasi publik serta dokumen-dokumen lingkungan.

Saya kira masih banyak sekali praktek kejahatan lingkungan di Sulsel kalau harus disebut satu per satu. Akan tetapi dua contoh ini saya kira cukup merepresentasi dan memperlihatkan bagaimana lemahnya penegakan hukum lingkungan di Sulawesi Selatan.

Di sisi lain lanjutnya, masyarakat-masyarakat miskin yang hidup dipedalaman atau di pelosok desa sering kali ditindak dan dijerat pasal yang berat.

"Di tengah lemahnya penegakan hukum lingkungan bagi perusahaan-perusahaan bermodal besar, masyarakat miskin di sekitar hutan malah sering ditangkap dan dijerat pasal pidana dengan alasan penegakan hukum. Inilah yang saya maksud praktek tebang pilih oleh penegak hukum di Sulawesi Selatan.

Oleh karena itu, mengingat semua orang tengah memperingati hari bumi, pihaknya mengajak semua orang, pria dan perempuan terkhusus pemerintah serta penegak hukum di Sulawesi Selatan untuk bersama-sama masyarakat dan WALHI Sulsel memerangi praktek kejahatan lingkungan hidup.

Dengan begitu keadilan lingkungan dapat dirasakan oleh semua kalangan dan lapisan masyarakat di bumi Sulawesi Selatan.(tribun-timur.com)

 

Laporan Wartawan Tribun Timur, @piyann__

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved