Breaking News:

Makassar Lawan Corona

Siloam dan GMTD Kerja Sama Bangun RS Darurat Tangani Pasien Covid-19

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah telah menetapkan 46 Rumah Sakit Penyangga Rujukan Penanganan Pasien Covid-19

abdiwan/tribun-timur.com
Suasana pembangunan RS Darurat kerjasama Siloam dan GMTD di kawasan Metro Tanjung Bunga, Jumat (17/4/2020). RS Darurat ini didirikan untuk tangani pasien Covid-19 

TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR - Semakin meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 di Makassar juga perlu diimbangi dengan peningkatan jumlah rumah sakit rujukan.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah telah menetapkan 46 Rumah Sakit Penyangga Rujukan Penanganan Pasien Covid-19 yang diputuskan dalam SK No. 955/11/Tahun 2020 di mana RS. Siloam termasuk salah satunya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dan untuk memperkuat fasilitas penanganan penyakit menular, dalam waktu dekat Siloam akan merealisasikan Rumah Sakit Darurat yang khusus dibangun untuk menangani pasien Covid-19. Siloam bekerja sama dengan GMTD untuk mewujudkan Rumah Sakit Darurat tersebut.

Pada awal April lalu, GMTD telah memberikan bantuan pada Siloam berupa gedung pemasaran yang dialih fungsikan sebagai ruang rawat pasien. Gedung ini yang kemudian di renovasi serta akan ditambah luasannya. Direktur RS Siloam dr. Herry Bertus mengatakan rumah sakit darurat tersebut terpisah dari bangunan utama RS Siloam sehingga akan lebih sesuai dan aman untuk dijadikan ruang perawatan pasien positif Covid-19.

Associate Director GMTD Andi Eka Firman Ermawan menambahkan, “Ditunjuknya RS Siloam sebagai Rumah Sakit Penyangga Rujukan perlu didukung. Rumah Sakit Darurat ini nantinya dapat menampung 78 tempat tidur tambahan”, ujarnya.

“GMTD selaku pelaksana pembangunan rumah sakit darurat tersebut menargetkan penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Darurat ini pada akhir April 2020. Tetapi secara bertahap sudah dapat difungsikan pada Senin 20 April 2020. Rumah Sakit ini dibangun sesuai protokol kesehatan dan akan dilengkapi dengan fasilitas isolasi untuk penyakit menular,” Eka menambahkan.

Penulis: Muh. Abdiwan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved