Update Corona Gowa
Pernah Kontak Pasien Virus Corona, 20 Satgana Covid-19 Gowa Ikuti Rapid Test
Rapid test dikhususkan kepada petugas yang memiliki riwayat bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19 di lapangan.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Sebanyak 20 anggota Satuan Penanganan Bencana (Satgana) Covid-19 Kabupaten Gowa, menjalani skrining awal atau rapid test virus corona yang dilakukan Dinas Kesehatan.
Rapid test dikhususkan kepada petugas yang memiliki riwayat bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19 di lapangan.
Baik Orang Dalam Pemantauan (OPD), Pasien dalam Pengawasan (PDP) maupun positif Covid-19.
"Ini kita lakukan untuk menyakinkan teman-teman yang bersentuhan langsung dengan pasien terindentifikasi Covid-19," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gowa, dr Gaffar dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (15/4/2020).
Lanjutnya, proses skrining awal ini akan dilakukan secara berkala kepada seluruh petugas stagana.
Terutama yang turun langsung ke lapangan dan bersentuhan langsung dengan pasien.
"Saya juga telah menyampaikan ke seluruh penangung jawab. Jika ada petugas, apalagi mereka yang dari lapangan memiliki gejala agar segera melapor, supaya bisa cepat kita observasi," ujarnya.
Rapid test ini berlangsung di Posko Terpadu Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, Kantor Bupati Gowa, Selasa (14/4/2020) kemarin.
Tim Swab Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Suriani mengungkapkan, petugas stagana yang telah menjalani rapid test hasilnya menunjukkan non reaktif Covid-19.
Artinya mereka tidak memiliki potensi antibodi virus di dalam tubuhnya.
"Karena ini masih bersifat skrining, berarti mereka aman. Tetapi mereka yang sudah diperiksa ini tetap harus jaga jarak, tetap hati-hati. Jika hasilnya ada yang positif ini harus dilanjutkan ke swab," kata Suriani dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (15/4/2020).
Menurutnya, skrining awal memang sangat perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi petugas.
Utamanya yang memiliki riwayat bersentuhan langsung dengan pasien terjangkit Covid-19.
Sehingga dapat dideteksi sejak dini apakah memiliki potensi menyebarkan virus atau tidak.
"Rapid test ini tujuannya agar bisa melakukan tindakan pencegahan, sehingga jumlah kasus Covid-19 tidak semakin bertambah," katanya.
Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dinas-kesehatan-gowa-memeriksa-kesehatan-anggota-satuan-penanganan-bencana-covid-19.jpg)