Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Enrekang

Ini Cara Teknis Penguatan Posko Covid-19 di Desa Menurut Persakmi Enrekang

Untuk itu, Perhimpunan sarjana dan Profesinal Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Cabang Enrekang menilai posko sebagai kesatuan gerak masyaraka

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Syamsul Bahri
Dok.Persakmi
Sekretaris Persakmi Cabang Enrekang, Rijalul Jabar (kiri) saat berfoto bersama Ketua Persakmi Pusat. 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG-Himbauan dan edaran penanganan virus corona di Kabupaten Enrekang sudah cukup banyak.

Bahkan, sebagai langkah pencegahan di setiap desa dan kelurahan telah didirikan posko pencegahan Covid-19.

Posko-posko desa tentu sangat baik sebagai upaya deteksi awal atau screening masyarakat yang akan masuk ke desa.

Untuk itu, Perhimpunan sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Cabang Enrekang menilai posko sebagai kesatuan gerak masyarakat harus dimaksimalkan gerakannya.

Sekertaris Umum Persakmi Enrekang, Rijalul Jabar mengatakan, bahwa penguatan posko suatu kenisyacaan karena gerakannya adalah dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri.

Menurutnya, daerah yang tidak memiliki alat pemeriksaan PCR sendiri, fasilitas RS yngg terbatas seperti, Kamar/ruang Isolasi,APD dan SDM Kesehatan yang tidak mencukupi.

Pilihannya adalah gerakan pencegahan oleh Pemerintah desa, aparatur fesa/lurah serta didukung masyarakatnya.

" Posko-posko itu adalah garda paling depan dalam usaha pencegahan, jadi manajemen kerja-kerja posko harus baik, karena jika baik, bisa dipastikan Enrekang tetap zona hijau,' kata Rijalul Jabar, Rabu (8/4/2020).

Sekertaris Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Enrekang ini juga menilai posko desa tak hanya hadir untuk semprot desinfektan di pintu masuk.

Tapi perlu, menerapkan keamanan dalam bekerja, yaitu dengan tetap gunakan metode menjaga jarak, menggunakan masker dan APD sederhana seperti kos tangan, baju lengan panjang dan penutup kepala dan penutup mata/ kacamata,

Selanjutnya pada bilik-bilik penyemportan di desa/kelurahan sebaiknya cairannya adalah cairan antiseptik bisa dari detol antiseptik.

Sedangkan untuk penyemporotan di luar bilik adalah cairan disinfektan yang peruntukkannya bukan untuk kulit manusia tetapi untuk barang, seperti lantai rumah, gagang pintu, dan benda lainnya non logam.

Ia menyarankan, untuk memakismalkan kerja posko di desa ada enam langkah yang harus dilaksanakan.

Yaitu pendataan dan pengawasan orang masuk, baik OTG, ODP dan data harus dipresentasikan mingguan di tingkat posko desa sebagai langkah monev kondisi masyarakat.

Selanjutnya, adalah pemberdayaan masyarakat yaitu dengan memberdayakan para penjahit di desa. Masker dapat dibuat oleh penjahit di desa, atau Bumdes, PKK Desa dan hasilnya bisa dibagikan untuk masyarakat.

Posko juga harus melakukan kontrol ekonomi dan kecukupan Pangan (suplay bahan pangan harus dijaga, dan pasa disetting misalnya hari senin untuk warga Dusun A, selasa warga dusun B dengan menekankan pola jaga jarak.

Sekretaris Persakmi Cabang Enrekang, Rijalul Jabar (kiri) saat berfoto bersama Ketua Persakmi Pusat.
Sekretaris Persakmi Cabang Enrekang, Rijalul Jabar (kiri) saat berfoto bersama Ketua Persakmi Pusat. (Dok.Persakmi)

"Juga haru lakukan pembudayaan PHBS dan darana CTPS masing-masing keluarga," ujarnya.

Ia menjelaskan, di desa juga harus rutin melakukan penyemportan disinfektan pada lokasi strategis tempat umum dan edukasi mandiri keluarga untuk menyemprotkan disinfektan (bukan pada tubuh,kulit orang), tapi pada barang bawaan sepulang dari kerja, sepatu dan lainnya.

Selain itu, perkuat koordinasi tim di desa, baik unsur keamanan, unsur kesehatan dan rekrutment relawan berbasis desa untuk selalu patroli untuk jaga jarak dan edukasi komunikasi resiko.

Ia menambahkan, hanya ada empat hal saja yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat.

Yaitu perilaku masyarakat, penciptaan lingkungan yang sehat di masyarakat, pelayanan kesehatan yang kuat dan aspek keturunan/genetika yaitu imunitas seseorang..

"Dari keempat aspek tersebut prilaku dan pembentukan lingkungan sehatlah yang mempunyai pengaruh terbesar dalam peningkatan kesehatan masyarakat termasuk dalam penanggulangan Covid-19," tuturnya. (tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, @whaiez

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved